Kepala Sekolah SMP Pasundan Rancaekek Alergi dengan Wartawan?

smppasBandung, (BN) – SMP Pasundan Rancaekek yang beralamat di JL. Tulip Raya Blok IV Bumi Rancaekek Kencana kab. Bandung, Jawa Barat diduga tidak transparan soal penggunaan dana bantuan dari pemerintah. Hal ini terjadi ketika sekolah tersebut mendapat bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) untuk dua lokal dengan anggaran sekitar Rp 400 juta, namun dalam pelaksanaannya diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran yang diajukan sebelumnya (bestek).

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, pembangunan RKB yang sudah mencapai sekitar 70 persen tidak memasang papan proyek, sehingga terindikasi tidak transparan dengan publik. Selain itu, penggunaan material juga tidak sesuai dengan peruntukannya. Misalnya penggunaan semen, tidak memenuhi standar. Begitupun dengan material yang lainnya, diduga mengurangi anggaran yang dibelanjakan.

Menindaklanjuti dugaan penyimpangan tersebut, tim investigasi Media Berita Investigasi Nasional (binpers.com) mencoba menghubungi Drs. Cucu Suryana selaku kepala sekolah SMP Pasundan Rancaekek melalui telepon selulernya, Rabu (9/2/2014). Saat dihubungi Cucu menjanjikan untuk bertemu dengan awak media di kantornya. “Silahkan (datang) saya sedang di kantor sekolah,” katanya.

Beberapa waktu kemudian, awak media sampai di kantornya ternyata Cucu tidak mau menemuinya. Salah seorang guru yang berada di ruangan tersebut, menyuruhnya untuk menunggu. Tapi, setelah lama ditunggu, ternyata Cucu juga tidak juga mau menemuinya yang akhirnya awak media meninggalkan kantor tersebut dengan kecewa karena kepala sekolah tidak menepati janjinya.

Dengan tidak koopratifnya kepala sekolah terhadap wartawan, diduga kuat pihak SMP Pasundan Rancakek sengaja menutup-nutupi penyimpangan terkait penggunaan anggaran untuk RKB tersebut. Hal ini layak dipertanyakan dan ditindaklanjuti oleh pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan kabupaten Bandung dan Provinsi Jawa Barat. (Henry)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment