“Kecantol janda Genit Beranak Satu”

Kabag Keuangan Pemkab Polman Dilapor Istrinya

Polman, Sulbar, (BIN) – Lantaran diduga melakukan perselingkuhan salah seorang janda satu anak yang ditinggal mati suaminya berinisial Andi “YR” pegawai negeri sipil di Dinas Pertanian pemkab Maros provinsi Sulsel sehingga Kabag Keuangan pemkab Polewali Mandar (Polman) provinsi Sulbar, “MN” dilaporkan oleh istrinya, Damayanti Binti Daamin kepada Polres Maros, Sulsel. Ia dilaporkan dengan Nomor: LPB/470/XII/SPKT/Res Maros yang ditandatangani Kanit SKPT ”B” Ipda Polisi Andika Trisna Wijaya, S.IK, tertanggal 27 Desember 2014 dengan perkara Perselingkuhan dan Polres Polman dengan Nomor: TBL/411/XII/2014/SPKT yang ditandatangani Brigpol Muhammad Rijal tertanggal 30 Desember 2014 dengan perkara KDRT.

kecantol janda
Foto: Oknum Kabag Keuangan pemkab Polman”MN”(duduk) saat menunggu di kantor Mapolres Maros untuk dimintai keterangan ketika dilapor istrinya & mobil dinasnya terparkir didepan Mapolres Maros, Sulsel

Damayanti, istri oknum Kabag Keuangan pemkab Polman, “MN” kepada wartawan BINPERS.COM di kediaman keluarganya mengisahkan, ia kawin dengan suaminya “MN” tanggal 23 September 1997 silam. Dari perjalanan dalam membangun bahtera kehidupan rumah tangganya hampir 17 tahun cukup penuh lika-liku namun belum karuniai anak. Bahkan dengan gaji ketika itu sangat minim sebagai pegawai rendahan dan menumpang dirumah orang tua sehingga dirinya menyisihkan sedikit demi sedikit gaji suaminya dan meminta bantuan kepada kedua orang tuanya, Daamin karena suaminya mau melanjutkan pendidikan strata satu sementara gaji saat itu hanya pas-pasan.

Menururt Damayanti, hampir tiga tahun terakhir ini ketika suaminya “MN” karirya sebagai PNS mulai cerah, setelah ia diangkat menjadi Kasubag anggaran pemkab Polman dan mulailah melirik salah seorang janda ditinggal mati suaminya, “ AYR”. Kemudian setelah menduduki posisi sebagai Kabag Keuangan pemkab Polewali Mandar, suaminya semakin menjadi-jadi, bahkan menurut informasi katanya sudah kawin siri di Maros.

“Hingga tiga tahun terakhir itu nafkah diberikan juga berhenti,” kata Damayanti sedikit kesal dan mengutuk janda genit yang merusak hubungan rumah tangganya yang telah terbina 17 tahun.

Lebih jauh Darmayanti mengisahkan, meski beberbagai informasi diterima yang melihat langsung suaminya “MN” selalu bersama dengan teman selingkunya. Bahkan secara terang-terangan hingga di salah satu Mall di Makassar tetapi sebagai suami yang masih setia pada saat itu tidak pernah menggubris laporan dari orang lain walaupun anak angkat sendiri pernah melihat langsung kecuali langsung disaksikan. Apalagi belum lama ini, suaminya “MN” itu masih kembali kerumah dan sempat bergaul (melakukan hubungan intim kembali sebagai kewajiban seorang istri red) sehingga dirinya tidak pernah membayangkan ternyata suaminya “MN” begitu tegah menghianati cintanya yang dibina hampir 17 tahun silam.

Sesungguhnya, kata Darmayanti, dirinya tidak mempunyai niat mengadukan suaminya ke Polisi karena masih mencintainya. Bahkan tiga tahun bersabar setelah suaminya, “MN” mulai kecantol seorang janda genit alias janda gatal berinisial “AYR” dan setiap selesai salat, selalu meminta petunjuk dari Yang Maha Kuasa.

Tepatnya, hari Sabtu tanggal 27 Desember 2014 lalu, sekitar pukul 16,00 wita, Allah SWT memperlihatkan kekuasannya, ketika bersama keluarga dari Makassar menghadiri salah satu acara keluarga di Makassar kembali ke Polman, tepatnya di tapal batas antara kota Makassar dengan kabupaten Maros, Sulsel tiba-tiba kelihatan mobil yang dirental pemkab Polman dipakai suaminya dengan Nomor Polisi B 1635 PZW yang dikemudikan Nuralamsyah dengan jarak radius sekitar 10 meter membuntuti dari belakang.

Mengetahui kalau suaminya “MN” itu dibuntuti” langsung tancap gas dan dibuntuti hingga didepan rumah orang tua janda genit yang diduga teman selingkuhnya itu, tetapi lantaran jalanan macet, yang kebetulan hari itu kondisi kawasan pasar sentral Maros masih padat. Karena merasa terjebak, oknum Kabag Keuangan pemkab Polman, “MN” dengan percaya diri langsung turun dari mobil dinasnya menuju pos Polisi disudut pasar Maros.

Melihat suaminya “MN” yang tegah menghianati cintanya dengan melakukan hubungan gelap dengan seorang janda genit,”AYR” yang sehari-harinya PNS di kantor Dinas Pertanian Kabupaten Maros, Sulsel dan sebelumnya staf kantor Bappeda Polman,Sulbar. Akhirnya melaporkan suaminya ke Polres Maros dengan Perkara Selingkuh dan Polres Polewali Mandar dengan Perkara KDRT. Bahkan melaporkan kepada Sekda Polman via surat dengan tembusan Gubernur Sulbar, Bupati, Wakil Bupati, Kapolres dan Ketua DPRD Polman, Ketua Umum LSM Basmi Sulbar dan media massa, cetak dan elektronik.

Wakil Bupati Polewali Mandar, Drs.HM.Natsir Rahmat, MM dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya, tentang dilaporkannya oknum Kabag Keuangan “MN” ke polisi, baik di Polres Maros maupun Polman oleh istrinya, Damayanti Daamin.

Menurut HM.Natsir Rahmat, sesungguhnya masalah ini sudah ditangani sebelumnya berdasarkan pengaduan istrinya dan mereka sudah berdamai tetapi kalau persoalan ini kembali muncul hingga kepihak berwajib

“kita tunggu prosesnya di polisi dan jika memang terbukti, pihak pemkab mengambil langkah-langkah sesuaI dengan ketentuan perundang-Undangan berlaku berkaitan dengan kepegawaian,” ujarnya.

Secara terpisah, Asisten Adminitrasi dan Umum (III) setda Polman, Ir. Budi Utomo, M.Si kepada awak media membenarkan kalau istri Kabag Keuangan pemkab Polman, “MN” telah melaporkan kepada pemkab Polman khsusnya asisten III dan masalah ini sudah ditangani dan keputusannya tergantung pimpinan, dalam hal ini Bupati, Wakil bupati dan Sekda.

Menurut Budi Utomo, sesungguhnya sesuai ketentuan kepegawaian, tindakan dilakukan Kabag Keuangan pemkab Polman, “MN” tidak dibenarkan karena masih memiliki istri sah. Apalagi ia adalah pejabat penting dilingkup pemkab Polman.

Bupati Polman, HA.Ibrahim Masdar yang ditemui wartawan BINPERS.COM saat berkunjung di kantor Dinas PU Polman, Jumat (9/1) lalu membenarkan masalah ini sudah ditangani polisi tetapi tidak terbukti kalau perselingkuhan dilakukan Kabag Keuangan “ MN” sehingga dirinya minta kepada istri bersangkutan agar masalah ini tidak perlu dibesar-besarkan. Bahkan Ibrahim Masdar sendiri balik bertanya, apakah istri bersangkutan “MN” menemukan suaminya bersama dianggap teman selingkunnya dalam kamar dan kalau hanya dimobil atau ditempat umum itu bukan selingkuh.

” Sudahlah, tidak usah pusing-pusingi dirinya, biarkan lapor ke polisi, kalau tidak terbukti dan memang sulit dibuktikan, maka sia-sialah dan polisi pasti tidak semudah itu langsung menyatakan bahwa bersangkutan (maksudnya kabag keuangan) tersangkah sesuai laporan istrinya dan harus membutuhkan analisis dan cukup waktu untuk mengungkap persoalan itu”, tegas Ibrahim Masdar.

Tetapi kalau orang hanya minta ditolong naik mobil dan diantara ketempat tujuan lalu dikatakan selingkuh, maka “Manrasana tuia”(maka saya sendiri pasti susah red) karena hampir setiap hari menolong orang menggunakan dengan mobil . “Kalau dua kali menolong pakai mobil berarti dua kali dikatakan selingkuh setiap harinya”, ujar AIM.

Sementara oknum Kabag Keuangan pemkab Polman, “MN” yang dikonfirmasi BINPERS.COM, Kamis (15/1) lalu membantah kalau dirinya melakukan selingkuh dengan wanita lain. Hanya saja dirinya memang mencari, ada rencana kawin lagi setelah proses cerai di PA Polewali selesai yang sekarang sementara bergulir setelah melalui proses di kantor Inspektorat Polman untuk mendapatkan persetujuan dari pimpinan melakukan gugat cerai di Pengadilan Agama Polewali.

Menururt “MN”, ada beberapa alasan untuk bercarai dengan istrinya itu. Diantaranya, disamping tidak adanya keturunan selama 17 tahun bersama juga karena mereka telah melaporkan masalah ini kepihak berwajib sehingga tampaknya sulit lagi bersatu kembali.

”Kalau masih memiliki niat baik, masalah ini tidak mungkin dilaporkan kepolisi yang belum tentu benar,” tandas MN sembari menambahkan kalau istrinya itu ada campur tangan dari oknum yang sengaja menghasut agar masalah ini dibesar-besarkan ke public bahkan kedunia maya.

Kasus ini sedang bergulir di pengadilan Agama Polewali Kabupaten Polman karena suami Damayanti, “ MN” melakukan gugatan cerai tanggal 9 Februari 2015 lalu hanya saja tidak sempat dilakukan proses sidang karena pihak pemohon gugatan cerai.

“MN tidak sempat hadir sehingga Majelis Hakim PA Polewali menunda dan kembali melakukan sidang Senin tanggal 16 Februari 2015, ungkap Damayanti, Rabu (10/2) lalu. (Andira-Husain)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *