IRT Resahkan Isi Tabung LPG 3 Kg di Sulbar

gas 3 kgSulbar, (BN) – Pasca naik turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar yang tidak terencana sacara matang oleh pemerintah pusat sehingga berimplikasi terhadap naiknya harga Sembilan bahan pokok (sembako). Bahkan kebijakan pemerintah itu menjadi momen bagi bagi spekulan pengusaha LPG 3 kilogram dengan mengurangi isi volume gas tersebut sehingga banyak meresahkan ibu rumah tangga di provinsi Sulbar khususnya Kabupaten Polewali Mandar sementara instansi tehnis terkait terkesan “mati suri”.

Penelusuran BINPERS.COM, tabung LPG 3 kilogram bersubsidi asal pertamina Pare-pare provinsi Sulbar, yang beredar di pasaran di sejumlah Kabupaten dalam provinsi Sulbar isinya berkurang dan rata-rata hanya tiga perempat sehingga pemakaiannya paling lama hanya 3-4 hari saja isi gasnya habis. Padahal sebelumnya bisa dipakai hingga dua minggu.

“Kalau dulu pemakaiannya mencapai rata-rata 14 hari tetapi sekarang paling lama empat hari. Padahal dirinya hanya memasak air dan sekali dalam tiga hari untuk nasi selebihnya air panas”, ungkap Herniati dan Maharajati, ibu rumah tangga kompleks BTN Graha Citra Makkanyuma Takatidung Kabupaten Polman.

Menurut kedua IRT ini, sebelum pemerintah menaikkan harga BBM, isi LPG 3 Kg masih full dan pemakaiannya biasanya mencapai dua minggu tetapi setelah harga BBM naik turun, isi LPG 3 kilogram ikut berkurang tetapi harga tidak mengalami penurunan.

”Harga tidak menjadi masalah, yang penting ada barang dan isinya harusnya full”,ungkap kedua IRT itu.

Karena itu, sejumlah ibu rumah tangga di Kabupaten Polman melalui media ini menghimbau kepada pemerintah khususnya Bupati Polman, HA.Ibrahim Masdar sebagai bupati pilihan rakyat agar memperhatikan keluhan warganya lantaran ulah spekulan pengusaha LPG 3 kilogram bersubsidi itu yang didatangkan dari kota Pare-pare provinsi Sulsel, termasuk menekan harga sembako melalui operasi pasar yang banyak meresahkan warga.

Kepala Bidang Perdagangan dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Polewali Mandar, Parkkasi saat dikonfirmasi wartawan belum lama ini mengatakan, selama ini pihaknya hanya melakukan teras liter yang dianggap tidak sesuai ketentuan sementara LPG 3 kilogram bersubsidi itu ditemukan isinya tidak full sesuai ketentuan. Pihaknya juga segera melakukan pengecekan langsung dilapangan dan jika benar adanya, pihak dinas Perindag kabupaten Polman menyurati pihak pengelola LPG 3 kilogram di kota parepare sebagai mitra pertamina Depot Pare-pare, Sulsel.

Sejumlah agen dan pengecer LPG 32 kilogram saat dikonfimasi wartawan tentang adanya keluhan dari ibu rumah tangga karena isi tabung bersubsidi 3 kilogram itu berkurang cukup signifikan, yakni rata-rata tiga perempat dan waktu pemakaiannya paling lama empat hari. Menurut mereka, sesungguhnya masalah itu tidak mengetahui karena hanya menerima lalu menjual kepada konsumen. Seperti disampaikan agen LPG 3 kilogram bersubsidi, Hj.Andi Suri, bahwa dirinya hanya menerima dari pangkalan dan masalah berkurangnya isi tabung itu ia tidak mengetahui karena hanya menerima dari pangkalan yang langsung diangkut dari kota Parepare kemudian ke pengecer. (Andira-Husain/BIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *