LP2I Tipikor Siap Bongkar Dugaan Proyek Fiktif PU BM Sumsel

image001Sumsel, (BN) – Ketua DPW Lembaga Pencegahan Pengawasan dan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LP2I- Tipikor) Sumatera selatan, Abdul Aziz, ST siap membongkar dugaan proyek fiktif Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Sumatera selatan.

Menurut Aziz, meskipun dana Milyaran Rupiah sudah dianggarkan pada tahun 2014, ternyata proyek peningkatan jalan milik Provinsi Sumatera Selatan yang ada di daerah Sp Periuk, Tugu Mulyo dan Terawas dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas sampai saat ini kondisinya terlihat masih memprihatinkan dikarenakan diduga belum ada perbaikan.

Keadaan tersebut mengakibatkan sebagian besar masyarakat yang berada di kawasan sepanjang jalan ini resah. Hal itu juga sangat dirasakan oleh para pengguna jalan, baik roda dua, empat dan pejalan kaki yang sedang melintasi daerah tersebut, bahkan terlihat kondisi jalan terbilang cukup parah hampir di sepanjang jalan dari Simpang Periuk menuju Tugu Mulyo banyak mengalami kerusakan disana-sini.

Aziz juga menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterima oleh Tim Investigasi, diketahui pada tahun 2014 lalu, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Sumsel sudah menganggarkan dana, melalui pos Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014, yang nilainya terbilang fantastis sebesar Rp7.895.119.000. Sedangkan pemenang tender kala itu adalah PT Rama Rinda Pratama selaku rekanan yang harus melaksanakan proyek ini.

Aziz juga mendapatkan Laporan dari DPD LP2I Tipikor Kabupaten Musi Rawas bahwa, kondisi jalan banyak yang berlobang, hampir rata-rata terjadi di sepanjang jalan Sp Periuk, Jalan Tugu Mulyo dan Jalan Terawas dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas (Sumsel).

“Anggota kita sudah terjun ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi jalan yang dimaksud, dan hasilnya hingga sekarang kondisinya sama sekali belum ada perbaikkan, sehingga dugaan sementara dikhawatiskan proyek ini diduga fiktif,” ujar Aziz.

Salah seorang warga Sp Periok Hangkubuono berpendapat, kerusakan jalan yang ada saat ini sudah lama berlangsung dan terkesan tidak ada perhatian dari pemerintah guna memperbaikinya.

“Kami khawatir, kalau malam hari terjadi tindak kriminal, pernah waktu itu terjadi perampasan sepeda motor terhadap pengendara yang sedang melintas jalan ini. Untuk itu agar media ikut andil memberitakan masalah jalan yang ada di daerah ini, sehingga pemerintah, wakil rakyat peka dan tahu kondisi dan keinginan masyarakat yang ada di daerah ini,” harapnya.

Hal senada dikatakan salah satu warga lainnya Iwan, cukup kaget dan heran merasa tidak percaya, jika proyek bernilai miliaran yang sudah dianggarkan ini, diduga tidak dilaksanakan.

“Kok bisa ya mas, proyek jalan yang ada di daerah kami tidak dilaksanakan, padahal dananya sudah ada, kira-kira dikemanakah dana sebesar itu?” ujar Iwan.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Bina Marga (BM) Provinsi Sumsel sampai berita ini naik cetak belum ada konfirmasi dikarenakan yang bersangkutan tidak berada ditempat.(mas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *