Bupati Pati Mutasi Pejabat Eselon II, III dan IV

image009Pati, JATENG (BN) – Diawal tahun anggaran 2015 dilingkungan pemerintah Kabupaten Pati berlangsung rotasi atau mutasi pimpinan SKPD yang berlangsung Sabtu (17/1) lalu di pendopo Kabupaten Pati.

Dalam sambutannya Bupati Pati Haryanto mengingatkan kepada para pimpinan SKPD jangan beranggapan rotasi atau mutasi pimpinan SKPD sebagai alasan keterlambatan pelaksanaan anggaran.

“Tolong hal ini dipahami mengingat pembahasan APBD telah melalui tahapan yang cukup panjang hingga menjadi program yang terjadwal,“ tegasnya.

Lebih lanjut Bupati kembali mengingatkan agar anggaran dan program kegiatan tersebut segera dijalankan, sehingga tidak selalu menumpuk pada akhir tahun dan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah agar mengerjakan proyek harus tepat waktu.

“Apalagi bagi instansi yang akan ada lelang, sebaiknya segera dilaksanakan untuk mengantisipasi adanya gagal lelang,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, juga mengingatkan para kepala SKPD selaku pengguna anggaran yang baru saja terkena rotasi. Untuk eselon tiga, antara lain Subawi, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan dirotasi menjadi Kepala Disosnakertrans. Soeharto Dwi Poerbono yang semula menjadi Kepala Disosnakertrans dipindah menjadi Asisten Administrasi Sekda. Sementara itu, Slamet Singgih dirotasi dari asisten Administrasi Sekda ke Dinas Koperasi dan UMKM. Di sisi lain, Rubiyono yang semula menjabat sebagai Kepala Koperasi dan UMKM dipindah menjadi Staf Ahli Bupati.

Selain Subawi, staf ahli Bupati yang dirotasi adalah Ifan Bustanuddin yang dimutasi menjadi Sekwan. Adapun Sanusi Siswoyo, yang semula Sekwan dipindah menjadi Kepala BPBD. Adapun Sujono yang semula di BPBD saat ini dipindah menjadi Kepala Dislautkan.

Sementara itu pergantian posisi juga terjadi antara Kepala DPPKAD dengan Bappeda, dimana Edy Siswanto kini menjadi Kepala Bappeda menggantikan Turi Atmoko.

Hal yang sama juga terjadi di Dishutbun dan Dipertanak, dimana Mokhtar Efendi kini menjadi Kepala Dispertanak dan Silvinus P Sibabhoka beralih menjadi Kepala Dishutbun.

Adanya rotasi ini menurut Bupati adalah murni untuk penyegaran. “Sama sekali tidak ada unsur yang lain)”, imbuh Bupati.

Ia pun mengingatkan agar pejabat yang baru dirotasi segera berkoordinasi dengan pejabat sebelumnya dan juga dengan para stafnya terkait program-program kegiatan yang akan dilaksanakan.(Indro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *