BG Gagal Dilantik Jadi Kapolri, Jokowi Calonkan Komjen Badrodin Haiti

jokowi-budi-badrodin-kapolriJakarta – Presiden Joko Widodo, Rabu (18/2/2014), membatalkan Komjen Budi Gunawan (BG) membatalkan menjadi Kapolri. Sebagai penggantinya Presiden menyatakan telah mengajukan calon baru Kapolri kepada DPR, yaitu Wakapolri Komjen Badrodin Haiti.

“Saya mengusulkan kepada saudara Budi Gunawan tetap berkontribusi di kepolisian,” kata Jokowi dalam pernyataan resmi kepada wartawan di Jakarta, dikutif antara.com, Rabu (18/2).

Presiden Jokowi juga menyatakan telah menerbitkan Kepres berisi pemberhentian secara sementara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyusul masalah hukum yang dihadapi kedua pimpinan KPK itu.

“Selanjutnya akan dikeluarkan Peraturan Presiden Pengganti Undang Undang (Perppu) untuk anggota pimpinan semantara KPK demi keberlangsungan kerja KPK,” kata Presiden.

“Selanjutnya akan dikeluarkan Peraturan Presiden Pengganti Undang Undang (Perppu) untuk anggota pimpinan sementara KPK demi keberlangsungan kerja KPK,” kata Presiden.

Kemudian Presiden akan menerbitkan tiga Kepres untuk mengangkat tiga orang pimpinan sementara KPK.

Ketiga orang itu adalah mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, pakar hukum Prof. Dr Indriyanto Seno Adji, dan Deputi Pencegahan KPK Johan Budi. (*)

Pengamat politik Universitas Pelita Harapan (UPH), Victor Silaen, menilai keputusan Presiden Jokowi mencalonkan Komisaris Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai calon kepala Kepolisian Indonesia cukup baik.

Menurut dia, besar peluang nama Haiti juga disetujui DPR. Selama ini Haiti menjadi pelaksana tugas kepala Kepolisian Indonesia.

“Bisa disetujui bisa tidak. Tapi peluang disetujui besar,” ujar dia. Dengan pengumuman ini, bermakna juga pencalonan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan menjadi gugur.

Pada Rabu hari ini, Jokowi memutuskan mencalonkan Haiti sebagai kepala Kepolisian Indonesia dan akan segera diajukan ke DPR.

Di sisi lain Jokowi juga mengeluarkan keppres pemberhentian sementara dua pimpinan KPK, yakni Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri.

Sejalan dengan itu, Jokowi menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang tentang penunjukan tiga orang pelaksana tugas pimpinan KPK, yaitu Taufiqurrahman Ruki, Indriyanto Senoaji, dan Johan Budi.

Ruki adalah salah satu pimpinan KPK pada waktu instansi itu dibentuk pada 2004. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *