Beberapa Galian C di Palu dan Donggala Diduga Langgar Undang-undang

tambanggalian c di sultengPalu, SULTENG (BN) – Bukan rahasia lagi jika kota Palu dan kabupaten Donggala merupakan dua wilayah yang menjadi konsentrasi perusahaan Galian C ( pasir, batu dan kerikil ) untuk berinvestasi. Namun sayang niat baik pemerintah untuk mendongkrak pendapatan asli aaerah (PAD) melalui energi dan sumber daya mineral justru menimbulkan dan melahirkan “Permasalahan Baru” yang muaranya tidak hanya merugikan fasilitas negara dan tidak membayar ganti rugi pajak untuk fasilitas negara dan juga terhadap publik (Masyarakat).

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan hingga Februari 2015, terkesan pemerintahan Palu dan Kabupaten Donggala sangat melakukan pembiaran terhadap kerusakan lingkungan dan fasilitas negara. Setidaknya ini bisa dilihat dari kerusakan lingkungan di sepanjang poros Palu – Donggala. Secara kasat mata, selain banyak gunung dikeruk untuk pengambilan material, badan jalan sangat rusak kemudian menimbulkan polusi debu bagi warga yang bermukim di poros padat lalu lintas. Belm lagi dengan aktivitas perushaan galian C dengan melakukan penimbunan laut di kelurahaan Buluri, Watusampu dan Loli ( Loli Oge dan Loli Tasiburi ).

Kondisi tersebut, diduga kuat melanggar Undang-Undang no 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Selain itu juga melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 20/PRT/M/2010, Peraturan Pemerintah No 34 Tahun 2006, UU No 28 Thn 2004 dlm pasal 63, pasal 12 ayat 1 dan 2. Kemudian pasal 65 ayat 1 & 2, pasal 12, pasal 42, pasal 54 ayat 1.

Beberapa perusahaan yang melakukan Galian C Kota Palu antara lain : 1. PT. Ciptarindo Gematama, 2. PT. Dinamis Abadi, 3. PT. Sumber Alam Gemilang, 4. PT. Devindo Jaya Mandiri, 5. PT. Hasal Logam Pratama, 6. PT. Sirtu Karya Utama, 7. PT. Watu Meriba, 8. PT. Bule Watu Sinabe.

Sedangkan yang ada di Kabupaten Donggala adalah : 1 .PT. Bass, 2. PT. Kaltim Katulistiwa, 3. PT. Bakal Maju, 4. CV. Murid Persada, 5. PT. Bumi Pratama Mandiri, 6. PT. Berkah Batu Banawa, 7. PT. Bosowa, 8. Balikpapan Redimix, dan 9. PT. Mutiara

(Agus Cokro)

Satu tanggapan untuk “Beberapa Galian C di Palu dan Donggala Diduga Langgar Undang-undang

  • 25 Februari 2015 pada 14:58
    Permalink

    penawaran pengadaan mobil isuzu truck area palu sulawesi tengah
    salam hormar isuzu palu
    cal 082190511576

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *