Banyak Perusahaan Besar di Timika Diduga Gunakan BBM Bersubsidi

max papuaTimika-Papua (BINPERS.COM) – Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diperuntukan bagi masyarakat kecil dan menengah, ternyata banyak yang tidak tepat sasaran akibat dari banyaknya penyelewengan yang dilakukan oleh oknum pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pengawasan dari instansi terkait yang ditangani langsung oleh Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) kabupaten Timika dinilai kurang maksimal dalam mengawasi setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), akibatnya banyak kendaraan operasional milik perusahaan-perusahaan besar yang berada di Timika dengan bebas mengisi BBM yang diperuntukkan untuk kalangan rakyat menengah kebawah.

Dari hasil pantauan bimpers.com dilapangan, beberapa waktu lalu ditemukan kendaraan operasional perusahaan atau kontraktor besar yang seharusnya mengisi BBM di SPBU Non Subsidi, ternyata menggunakan BBM Subsidi. Akibatnya sering terjadi kelangkaan BBM di Timika. Melihat dari kondisi kelangkaan BBM yang sering terjadi, masyarakat Timika merasa kesal dan mulai mempertanyakan kinerja dari Dinas terkait yang mempunyai tugas untuk mengawasi peredaran BBM tersebut, Salah satu warga Koperapokak yang tidak mau menyebutkan namanya mengatakan,”Ngapain saja kerja mereka…?, atau apakah ada kerja sama antara pengelola SPBU, Diskoperindag, serta perusahaan – perusahaan yang sering melakukan pengisian BBM Subsidi?” ujar salah satu nara sumber yang enggan disebutkan identitasnya.

Seperti yang tampak pada gambar diatas yang berhasil di bidik oleh tim kontributor media BINPERS.COM, Sabtu (24/1) merupakan kendaraan operasional milik dua  perusahaan yakni PT. Namlea Jaya, dan PT. Vita Samudera (Vitas), di salah satu SPBU, yang terletak di jalan SP 2, kampung Timika Jaya SP. 2, nampak truck operasional 2 perusahaan tersebut sedang mengantre untuk membeli BBM bersubsidi jenis solar. (Max)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *