Alasan Salah Prosedur, Suryadi Tolak Tanda Tangani BAP

Sy.Achmad BI Ketua LP3K-RI Kalbar
Sy.Achmad BI Ketua LP3K-RI Kalbar
Mobil milik Ashin  di halaman  Polres Mempawah
Mobil milik Ashin di halaman Polres Mempawah
Mempawah, (binpers.com) Kejadian berawal ketika pihak Polres Mempawah Pranoto lewat telepon Selulernya meminta Suryadi untuk hadir pada hari Senin 9 Februari 2015 dalam rangka mediasi, namun entah kenapa rencana tersebut berubah, dimana Suryadi yang sempat di BAP dan ketika itu juga Suryadi menolak dengan membuat surat penolakannya yang disaksikan oleh beberapa LSM dan Media.

Suryadi menolak menandatangani berita acara yang dibuat Pranoto selaku peyidik di Polres Mempawah dimana di dalam BAP lengkap dengan pasal yang dituduhkan tersebut menyatakan bahwa Suryadi telah melakukan pencurian dan perusakan terhadap mobil milik Ashin (9/2/15).

Hliyas , Sekretaris DPC LP3TRI Kabupaten Mempawah tidak terima BAP dan pasal yang dibuat dan dituduhkan terhadap rekannya Suryadi, ia meminta pihak aparat agar lebih jeli karena tuduhan tersebut dinilainya tidak memiliki dasar dan bukti yang kuat secara hukum. Buktinya mobil yang dikatakan dicuri dan dirusak saat ini dalam keadaan baik dan sekarang masih terparkir di halaman kantor Polres Mempawah.
“ Seharusnya pihak aparat jeli dalam bertindak dimana mobil tersebut adalah sebagai Barang Bukti yang telah mengangkut kayu Hasti ke sawmel Ashin. Dan perlu di catat dan diingat bahwa Hasti juga pada tahun 2013 pernah melaporkan Ashin di Polsek Sungai Kunyit karena merasa dirugikan atas perbuatan mengurangi volume kayu ketamannya,” Ujarnya.

Joko Sutriyatno,SH yang pada saat itu menjabat sebagai Kapolsek Sui.Kunyit. Dengan tidak adanya barang bukti maka pihak Polsek tidak bisa memproses kasus tersebut. Pada tanggal 20 Nopember 2013 Hesti mendapatkan surat No : B/249/2013 Perihal undangan koordinasi dan mediasi untuk hadir pada hari Jum’at 22 Nopember 2013, di ruang Unit Reskim Polsek Sunagi Kunyit.

Berikutnya pada tanggal 3 Desember 2013 dengan surat No : B/300/XII/2013 Perihal Undangan Konfirmasi dan Klarifikasi masalah diminta hadir pada hari Senin 08 Desember 2013 pukul 09.00 bertempat di Polsek Sungai Kunyit Kab.Mempawah yang hingga saat ini belum juga ada penyelesaiannya.

Buntut dari kejadian ini tepatnya pada tanggal 20 Desember 2014 , Suryadi mendapat Surat Panggilan dari pihak Polres Mempawah dengan No : S.Pgl/276/XII/2014 untuk kepentingan pemeriksaan dalam rangka penyidikan tindak pidana pada Selasa tanggal 23 Desember 2014 menghadap Aiptu Pranoto, Brigadir Agustinus Junaidi,SH dan Brigadir Ery Heryanto, diruang Unit IV Sat Reskim Polres Mempawah untuk didengar keterangannya sebagai saksi sehubungan dengan perkara dugaan tindak pidana perbuatan tidak menyenangkan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 335 KUHP.

Berikutnya pada Kamis,29 Januari 2015 Suryadi mendapatkan Surat Panggilan I dengan No : S.Pgl/32/I/2015/Reskim untuk menghadap Aiptu Pranoto, Bribka Agustinus Junaidi,SH dan Brigadir Eri Heryanto pada hari Selasa, 3 Februari jam 9.00 Wib di Kantor Sat Reskim Polres Mempawah untuk dimintai keterangannya sebagai Tersangka dalam perkara Tindak Pidana Pencurian, Pengerusakan atau Perbuatan tidak menyenangkan, sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 362 KUHP Jo Pasal 406 KUHP atau Pasal 335 KUHP.

Menanggapi persoalan ini, Ketua LP3K-RI Kalbar Sy.Achmad BI angkat bicara dan mengatakan bahwa dalam kasus ini sepertinya ada indikasi untuk menjerat Suryadi dengan cara memutar balikan fakta dilapangan, seharusnya pihak aparat bukan menerima laporan sepihak, jelas ini tidak adil , Apabila Suryadi melakukan pencurian, apa yang dicuri ? dan tentang perusakan apa yang telah dirusak ? siapa saksinya? Ini baru prosedur.

“ Seharusnya pihak kepolisian tanggap dan segera menyelesaikan kemelut panjang ini dari awal, semua tentu ada sebab dan akibatnya, jangan gara-gara kecil kasusnya dibesar-besarkan,”Tegasnya (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *