691 Tenaga Honorer K2 Menerima Surat Keputusan

image005Pati, JATENG (BN) – Kepala BKD Pati, Jumani, mengatakan bahwa pengangkatan CPNS berasal dari tenaga honorer Kategori 2 (K2) formasi tahun 2013 dan 2014. Ditetapkan berdasarkan Surat Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : FH2/231/M-PAN-RB/3/2014 tertanggal 28 Maret 2014 perihal tambahan alokasi formasi CPNS.

691 tenaga honorer K2 (Kategori 2) menerima Surat Keputusan (SK) Pengangkatan sebagai CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil), dalam kesempatan itu Bupati Pati Haryanto SH,MM,MSi secara simbolis menyerahkan SK CPNS kepada para penerima, didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Pati Drs. Jumani, M.Si. Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pendidikan Drs. Sarpan, Kepala Dinas Kesehatan dr. Edi Sulistyono, para Camat, Kepala UPT, para Kepala SMP dan SMA serta tamu undangan lainnya.

Lebih lanjut Kepala BKD Pati Drs. Jumani, M.Si. mengatakan, pemerintah Kabupaten Pati dalam hal ini Badan Kepegawaian Daerah yang secara teknis diberi kewenangan untuk melaksanakan proses pemberkasan, telah mengusulkan sebanyak 711 orang tenaga honorer K2 untuk diproses dan ditetapkan NIP (Nomor Induk Pegawai) nya di Kantor Regional I BKN (Badan Kepegawaian Negara) Yogyakarta.

“Dari jumlah 711 tersebut terdiri dari formasi 2013 sebanyak 354 orang dan fornasi 2014 sebanyak 357 orang. Disebutkan, yang sudah ditetapkan NIP nya sebanyak 691 orang terdiri dari formasi 2013 sebanyak 346 orang dengan golongan III sebanyak 211 orang, golongan II 106 orang dan golongan I sebanyak 29 orang. Sedangkan formasi 2014 sejumlah 345 orang terdiri golongan III sebanyak 206 orang, golongan II sebanyak 118 orang dan golongan I sebanyak 21 orang. Terdapat berkas yang masih dalam proses penelitian sebanyak 20 orang terdiri 7 orang dari formasi 2013 dan 13 orang formasi 2014 serta 1 meninggal dunia,” jelas Drs. Jumani, M.Si.

Bupati Pati Haryanto dalam sambutannya menegaskan bahwa pengangkatan CPNS di Kabupaten Pati telah melalui mekanisme dan prosedur yang benar. “Tidak ada unsur rekayasa, karena Bupati tidak mempunyai kewenangan untuk mengangkat seseorang menjadi CPNS. Semua kewenangan ada di Pusat, daerah tinggal menerima,” tandasnya.

Bupati menambahkan bahwa perekrutan CPNS telah melalui proses dan mekanisme yang panjang. Hanya bagi tenaga honorer K2 yang memenuhi syarat administrasi dan lulus ujian yang dapat diusulkan. Untuk menghindari polemik, Bupati berinisiatif untuk menyerahkan secara keseluruhan SK kepada mereka yang telah ditetapkan. Bupati juga berpesan agar mereka yang telah mendapat SK, nantinya dapat bekerja dengan bersungguh- sungguh di lingkungan kerja masing-masing.

Dari sejumlah 691 CPNS tersebut nantinya akan tersebar pada Dinas Pendidikan dengan porsi terbesar terdiri tenaga Guru dan penjaga sekolah, berikutnya Dinas Kesehatan serta berbagai instansi SKPD se kabupatren Pati. (Indro-BINPERS.COM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *