Tidak Puas Dengan Hasil Penyidikan Polisi, Vinsen Makung Surati Presiden Jokowi

Hendrikus Pion Makung
Hendrikus Pion Makung

Manggarai-NTT, (BN) – Penyidikan kasus kematian tidak wajar yang menimpa Hendrikus Pion Makung (60) Warga Bahong, Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai menuai soal. Hasil penyidikan mengenai kematian Hendrik Makung yang Jenazahnya ditemukan di Golo Lusang, Selasa (17/11/2014) telah tuntas, namun pihak keluarga merasa masih belum puas dengan hasil penyelidikan tersebut. Dari hasil penyelidikan terhadap jenazah Hendrik Makung berdasarkan Otopsi Tim Dokter RSUD Ruteng menyebutkan bahwa pada Jenazah Hendrik Makung tidak ditemukan bukti kekerasan.

Menanggapi hasil pemeriksaan ini, Putra Hendrik Makung, Vinsensius Pion Makung kepada BINPERS.COM melalui telepon selulernya, Rabu (28/01/2015) menyampaikan Ketidakpuasan terhadap proses penyidikan yang ditangani Polres Manggarai. Ketidakpuasan Vinsen terbilang sangat serius, hal ini disebabkan langkah besar yang diambil Vinsen untuk melaporkan semua proses penyidikan kepada petinggi-petinggi di Jakarta dan media di Jakarta termasuk Presiden Republik Indonesia di Jakarta.

Vinsen mengaku, pihaknya akan mencari keadilan sampai kasus ini tuntas diselesaikan dengan seadil-adilnya. Adapun Pihak yang disurati untuk mencari keadilan, lanjut vinsen diantaranya: Pimpinan Media-media Nasional di Jakarta, Pihak Gereja melalui Uskup Ruteng dan juga Presiden Republik Indonesia.

Vinsen berkilah, dia nekad menyurati pihak-pihak tersebut karena sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan surat pemberitahuan hasil penyidikan serta surat hasil otopsi.

“Pemerintah Pusat sudah saya surati bahkan sampai RI 1 (Presiden) dan redaksi-redaksi TV serta Bapak Uskup, Saya sangat kecewa sampai sekarang saya belum dapat surat pemberitahuan tentang hasil penyidikan almarhum Papi dan surat hasil otopsi papi. saya anak dari almarhum Hendrikus Pion Makung tidak akan berhenti mencari keadilan,” kata Vinsen.

Menanggapi ketidakpuasaan keluarga Hendrik Makung, penyidik yang menangani kasus ini, Brigadir Polisi Anadab Adonis kepada BINPERS.COM, Rabu (28/01/2015) menjelaskan bahawa pihaknya dari Kepolisian Resort Manggarai telah mengirimkan surat kepada keluarga korban. Adapun surat pemberitahuan tentang hasil penyidikan tersebut telah dikirim melalui anak perempuan Hendrik Makung di Labuan Bajo untuk dikirim kepada keluarga di Surabaya. Selain dikirim melalui putri korban, sambung Adonis, surat juga telah dikirim melalui Tiki untuk dikirimkan ke Surabaya.

“Kita telah kirimkan surat hasil penyidikan kepada keluarga korban, surat pertama kita kirimkan melalui putri kandung Hendrikus Pion Makung di labuan bajo dan juga kita telah kirimkan melalui Tiki untuk keluarga lain yang berdomisili Di seurabaya, Jawa Timur”. Kata Adonis. (Yos)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment