Ternyata, AirAsia QZ 8501 Tak Punya Jadwal Penerbangan Hari Minggu

pesawat-airasiaJAKARTA – AirAsia QZ 8501 yang mengalami musibah ternyata tidak dijadwalkan untuk terbang di hari Minggu. Jadwal untuk penerbangan pada hari itu pun tidak ada.

“Bahwa rute Surabaya-Singapura (PP) yang diberikan kepada Indonesia Air Asia adalah sesuai dengan jadwal penerbangan pada hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu,” ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan J.A. Barata di Jakarta, Jumat (2/1/2015).

Namun, kenyataannya pelaksanaan penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura (PP) dilaksanakan di luar izin yang diberikan, yakni antara lain pada hari Minggu. Atas perubahan tersebut, sampai saat ini pihak AirAsia tidak mengajukan permohonan perubahan hari operasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.

Lalu yang menjadi pertanyaan, siapakah yang memberikan izin terbang AirAsia Qz 8501?

Barata tidak menjelaskan lebih lanjut soal itu, namun ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan pihak AirAsia jelas merupakan sebuah pelanggaran atas persetujuan rute yang sudah diberikan.

“Hal ini merupakan pelanggaran atas persetujuan rute yang telah diberikan,” ucapnya.

Sampai dengan berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari AirAsia ataupun otoritas bandara Juanda mengenai jadwal penerbangan tersebut.*

Menhub Marah

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan mendatangi Kantor Indonesia AirAsia di Cengkareng, Tangerang, Jumat (2/1/2014). Menurut Staf Khusus Menhub Hadi M Djuraid yang ikut dalam sidak tersebut, Jonan sempat marah besar lantaran salah satu Direktur AirAsia menganggap briefing pilot sebelum penerbangan sebagai cara tradisional alias kuno.

“Itu yang sudah berlaku secara internasional, mengambil info cuaca secara fisik dari BMKG itu cara tradisional,” kata Hadi sembari menirukan kata-kata salah satu Direktur AirAsia, Jakarta, Jumat (2/1/2014).

Lebih lanjut Hadi mengatakan, mendengar jawaban tersebut Jonan nampak kesal dan kemudian memarahi sang direktur tersebut. “Kalau ada aturan Anda harus patuh, jangan coba-coba melawan. Bisa saya cabut izin Anda,” ucap Jonan seperti disampaikan Hadi.

Menurut Hadi, mendengar kemarahan Jonan itu, Direktur AirAsia hanya menganggut-anggut dan sesekali berkata “siap pak”.

Setelah itu lanjut dia, Jonan langsung menanyakan kepada pilot yang juga berada ditempat tersebut apakah lebih suka dibriefing fisik mengenai cuaca sebelum terbang atau membaca sendiri cuaca dari BMKG. Para pilot pun menjawab lebih senang apabila diberikan briefing langsung oleh Flight Operation Officet (FOO).

Mengetahui pilot lebih suka diberi briefing sebelum terbang, Jonan pun meminta agar AirAsia melakukan prosedur yang seharusnya. Permintaan menhub itu pun disanggupi oleh pihak AirAsia dan berjanji akan segera menindaklanjuti perintah tersebut.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *