Sempat Kelabakan, Sekarang Pengecer BBM Tak Berani Stok Banyak

FT berita bensin eceranTanjung Enim, SUMSEL (BN) – Penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium dari Rp 7.600 menjadi Rp 6.600 sudah diberlakukan sejak (9/1). Mestinya penurunan BBM tersebut menjadi kabar baik bagi masyarkat luas. Tapi beberapa kalangan pedagang eceran BBM di Kota Tanjung Enim justru sempat mengaku kelabakan. Betapa tidak, saat beberapa jam akan diumumkan turun oleh pemerintah sebagian para pedagang masih memiliki stok bensin cukup banyak. Padahal mereka membelinya saat harga BBM masih belum turun.

Awalnya sejumlah pedagang eceran mengaku khawatir jika stok premium yang dibelinya dengan harga Rp 7.600 perliter tidak habis sampai harga resmi turun, jika itu terjadi maka mereka akan rugi banyak. Pengecer pun berusaha menghabiskan stok BBM sampai dengan Minggu (18/1), tapi masih belum bisa habis hingga sekarang

“Saat itu saya bilang aja sama konsumen kalau bensin ini masih stok lama waktu harga naik, untung konsumen bisa ngerti,” ujar Pipin salah satu pedagang kepada BINPERS.COM, Kamis (29/1).

Ia mengatakan bahwa waktu itu untungnya masih mempunyai beberapa liter bensin dengan harga lama. Sisanya cuma kurang dari 25 liter saja, dan sepertinya masyarakat juga enggan membeli dan lebih memilih membeli besoknya karena harga sudah turun. Dari pelajaran tersebut, mulai saat itu juga dirinya tidak akan menyetok premium lebih dari 100 liter setiap hari.

“Saat ini saya pilih jualan secukupnya saja. Kalau habis ambil lagi,” imbuhnya.

Saat ini dirinya menjual bensin eceran tersebut kepada konsumen dengan harga Rp 8 ribu per liter. Namun jika konsumen membeli dengan jumlah 2 liter dirinya berikan harga Rp 15 ribu rupiah.

Lain halnya dengan penjual bensin eceran lainnya, Nabil, mendengar harga BBM akan kembali turun waktu itu, maka dirinya sudah mensiasatinya. Satu hari sebelum harga minyak turun pihaknya sudah mengurangi stok dan tetap jualan.

“Untung waktu itu habis, saya sampai dua kali ambil ke Pom, setiap ambil 20 liter dan langsung habis hari itu,” ungkapnya.

Ia menerangkan, satu hari jelang BBM di turunkan permintaan konsumen premium meningkat. Kata dia, saat itu banyak pengecer bensin di Tanjung Enim sengaja tidak berjualan sebelum harga BBM diturunkan.

“Memang waktu itu banyak pengecer bensin tidak jualan, alasannya mungkin takut rugi. Tetapi justru saat itu rejeki untuk saya,” terangnya.

Kontributor BINPERS.COM Muara Enim : Hendro Aldo Irawan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *