Rekonstruksi Pembunuhan Marius Digelar di Mapolsek Sungai Bahar

IMG_1785Sungai Bahar, Jambi (BIN) – Rekonstruksi tersangka Pembunuhan terhadap Marius warga Pagar Desa, Kecamatan Banyulincir Sumsel Palembang pada hari Jumat (26/12/2014) sekitar jam 2 00 wib, dipimpin langsung oleh Kapolsek Sungai Bahar AKP.Yumika Putra SH.

Sesuai dengan rekonstruksi dan keterangan tersangka Suhartoyo alias Bagong Bin Karyono (26 thn) dan Salim Bin Amir (33 thn) mengaku bahwa mereka berdualah pelaku pembunuhan Marius, namun Suhartoyo juga Salim mengaku Bahwa Marius yang pertama melawan serta menghunuskan pisau yang sudah tersedia diselipkan di pinggangnya. Pisau Marius tersebut tidak mengenai Suhartoyo, sebab Salim menahan tangan Marius yang memegang pisau dapat dirampas dari tangan Marius dan tidak sampai mengenai Suhartoyo juga Salim. Pada seketika itu juga tersangka Suhartoyo juga Salim memukul Marius dengan pelepah sawit yang mengakibatkan Marius babak belur serta diangkut ke desa Bukit Jaya unit 21, dengan angkutan mobil Truk pengangkut buah Kelapa Sawit yang dikemudikan Siregar.

Menurut rekonstruksi di depan Balai Desa Bukit Jaya, kembali Suhartoyo dan Salim memukul kepala Marius yang mengakibatkan kulit kepala ubun-ubun sampai koyak dan ahirnya menghembuskan nafas yang terahir/meninggal di tempat.

Rekonstruksi tersebut dihadiri Kepala Desa Pagar Desa Yusrijal serta perangkat desa lainnnya juga masyarakat sekitar. Selain itu dari Desa Bukit Jaya unit 21 juga hadir Kepala Desa Mujahidin dan ketua KUD Yeana Hendana bersama warga desa Bukit Jaya lainnya.

Setelah selesai rekonstruksi tersangka pembunuh Suhartoyo bersama Salim, Kapolsek Sungai Bahar AKP. Yumika Putra SH, mengumpulkan para saksi dan pelaku ke balai pertemuan yang sudah ada di lokasi Polsek Sungai Bahar, menyarankan supaya kedua masyarakat Desa ini agar menahan diri jangan emosi dan dendam.

Rekonstruksi ini guna melengkapi data-data serta barang bukti, menurut Kapolsek AKP. Yumika Putra SH, kasus ini akan segera dilimpahkan ke Kejari Muaro Jambi. Suhartoyo alias Bagong dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP, Salim Bin Amir, Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (JHP/Toni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *