Polsek Lawang Kidul Sosialisasi Bahaya Narkoba ke Sekolah

Foto : Kapolsek Lawang Kidul,AKP Herli Setiawan, SH,MH saat memberikan sosialiasi di hadapan siswa SMAN 1 Lawang Kidul, Kamis (29/1)
Foto : Kapolsek Lawang Kidul,AKP Herli Setiawan, SH,MH saat memberikan sosialiasi di hadapan siswa SMAN 1 Lawang Kidul, Kamis (29/1)

Tanjung Enim, SUMSEL, (BINPERS.COM) – Mengurangi dan menghindari penggunaan narkoba di kalangan generasi muda khususnya pelajar, Kamis (29/1) Polsek Lawang Kidul mensosialisasikan dan memberikan penyuluhan terkait bahaya narkoba kepada siswa kelas XII SMA Negeri 1 Lawang Kidul (SMANSA Laki). Kegiatan tersebut dalam rangka program Tripika dan UPTD mengajar di Kecamatan Lawang Kidul,Kabupaten Muara Enim,Sumsel.

Materi diberikan Kapolsek Lawang Kidul AKP Herli Setiawan SH,MH, berserta jajarannya, Briptu Suparman, dan IPTU Tumidi. Seluruh anak-anak tampak serius mendengarkan materi-materi yang disampaikan. Sehingga, Kapolsek sangat mengapresiasi siswa SMAN 1 Lawang Kidul yang aktif dalam waktu tanya jawab yang di sediakan. Sosialisasi dilaksanakan selama 2 jam, yakni pada jam pelajaran ke 5 dan 6, atau pukul 10.15 WIB sampai dengan 11.45 WIB.

Herli dalam kesempatan itu mengajak seluruh pelajar, khususnya siswa SMAN 1 Lawang Kidul untuk memerangi narkoba, miras, dan sejenisnya. Karena menurut Herli, barang-barang haram tersebut merusak dapat generasi muda sehingga bisa menggagalkan cita-citanya. Tegas Kapolsek, bagi pelajar yang terlibat pemakaian dan peredaran narkoba, miras, dan sejenisnya maka pihak kepolisian tidak segan-segan akan menindak.

“Kata orang narkoba itu nikmat sesaat, Jadi kalau gunakan narkoba adik-adik yang sudah rajin belajar menjadi malas akibat konsumsi narkoba jenis sabu, ganja, kokain, pil koplo dan sejenisnya,” tutur Herli yang juga mengajak seluruh siswa untuk menjauhi minuman keras (miras).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Lawang Kidul juga menjelaskan tentang tanaman ganja. Dikatakan, tanaman ganja tersebut tumbuh didataran rendah. Sedangkan untuk ciri-cirinya, menurut dia, daun ganja rata-rata ada 7 cabang, masa panen setelah ditabur benih paling lama hanya satu tahun saja.

“Dari biji hingga panen paling lama satu tahun bisa panen. Beberapa waktu lalu kami juga berhasil menangkap warga yang berupaya menanam ganja di wilayah kita,” lanjutnya.

Sementara itu, Desti siswa setempat mengungkapkan, sosialisasi ini sangat bermanfaat sebagai wawasan bagi dirinya dan teman-temannya. Maka dari itu, Ia sangat antusias sekali mengikuti acara ini.

“Kegiatan seperti ini sangat jarang sekali, bahkan kita bisa bertanya langsung kepada Pak Polisi mengenai ciri-ciri tanaman ganja. Sehingga kita paham dan akan melaporkan jika menemukan tanaman tersebut,” ungkapnya.

Kontributor BINPERS.COM Muara Enim : Hendro Aldo Irawan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *