Polresta Samarinda Bongkar Bisnis Sabu Dibalik Penjara

akn.SAMARINDA, Kaltim (BN) – Peredaran sabu sudah sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, meski sudah dikerangkeng, dari balik penjara pun bisa mengendalikan peredaran sabu. Seperti yang dilakukan dua oknum narapidana yang mendekam dibalik jeruji penjara Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Sempaja berinisial At (36) dan Dr (30). Keduanya ditangkap polisi, Selasa (20/1) malam.

Dua narapidana kasus narkoba itu diam-diam masih nekat berbisnis sabu. Padahal informasinya Dr Februari nanti akan selesai menjalani masa hukumannya. Karena diduga terlibat kembali dalam peredaran narkoba, maka Dr bakal lebih lama mendekam dibalik penjara.

Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Samarinda juga mengamankan istri Dr berinisial Sw (31) karena diyakini membantu suaminya menjalankan bisnis sabu. Selain itu dua kaki tangan Dr yakni As (25) dan St (30) turut diringkus. Total dari pengungkapan peredaran narkoba dari balik penjara ini polisi menyita sabu seberat 42, 33 gram atau jika dirupiahkan bernilai sekitar Rp 84 juta (sabu di pasaran per gram dibandrol Rp 2 juta).

Pengungkapan peredaran sabu ini berawal ditangkapnya As di Jalan KH Samanhudi Gang An Noor 2. “Untuk pelaku ini (As, Red) sudah lama kami awasi, begitu tahu yang bersangkutan hendak bertransaksi sabu langsung kami bekuk dan ketika digeledah dapat sabu 1, 11 gram,” ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kasat Reskoba Kompol Bambang Budiyanto.

As diperiksa intensif, dia mengaku dapat sabu dari Dr yang masih mendekam dari balik jeruji penjara. Namun ketika dicek HP-nya ada pesan singkat dari Dr yang meminta agar As menyerahkan uang penjualan sebesar Rp 1 juta kepada Sw. Yakin ada kaitan dengan peredaran sabu yang dilakukan Dr, polisi pun buru-buru menangkap Sw yang saat itu berada di Jalan Jakarta.

Penyelidikan polisi berlanjut, akhirnya dari komunikasi yang dilakukan As diminta memesan kembali sabu dalam jumlah besar kepada Dr. Tak tahu As diciduk, Dr menyetujui permintaan As. Selajutnya Dr mengutus St untuk mengantar sabu kepada As di kafe yang ada di sekitar Jalan Bukit Alaya.

Tak lama ditunggu St muncul, polisi pun buru-buru meringkusnya. Mulanya saat digeledah di badan, polisi tak menemukan sabu ada pada St. Pria berperawakan kecil yang semula hanya senyum-senyum ketika digeledah akhirnya langsung tertunduk, saat polisi memeriksa helm yang ada di motornya.

“Sabu kami temukan dalam helm, beratnya sekitar 41, 22 gram,” tutur Bambang.

Setelah menyita barang bukti, dengan petunjuk As dan St, polisi akhirnya menjemput Dr dan At di Rutan Sempaja. “Penuturan napi yang istrinya ikut kami amankan (Dr, Red) dia dapat sabu dari rekannya sesama napi (At, Red), makanya keduanya kami periksa,” terang Bambang.

Kini polisi masih memeriksa anggota komplotan pengedar sabu dari balik penjara tersebut. (Akn/abd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *