Perundingan Nuklir Iran Menyangkut Dua Hal

nuklir iranJenewa – Iran dan enam negara adi daya bertemu untuk mendata perbedaan terkait program nuklir Iran sementara pemerintah Obama berupaya menghindari sanksi baru terhadap Republik Islam tersebut.

“Pertemuan hari ini bertujuan mencatat hasil berbagai pertemuan yang telah diadakan dan bagaimana kita melangkah maju dalam satu format yang lebih luas,” ujar seorang diplomat yang tidak mau disebutkan namanya kepada kantor berita Reuters.

Perundingan tingkat direktur politik di Jenewa pada Minggu (18/1) ini merupakan puncak pertemuan lima hari di Jenewa dan Swiss, termasuk pertemuan panjang antara Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif.

Direktur Politik Uni Eropa Helga Schmid memimpin pertemuan tertutup di misi diplomatik Uni Eropa di Jenewa yang dihadiri oleh para pejabat dari Iran, Inggris, Tiongkok, Perancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat ini.

“Waktunya semakin sempit dan Beijing berharap seluruh pihak akan memanfaatkan kesempatan bersejarah ini untuk berpacu dengan waktu dan melakukan dua hal. Pertama mengadopsi pendekatan pragmatis dan fleksibel dengan bijak, dan kedua memperlihatkan kemauan politik maksimum dengan keputusan politik,” ujar Wang Qung yang mewakili Tiongkok dalam pertemuan Jenewa.

Sementara itu Presiden Barack Obama memperingatkan anggota DPR Amerika Serikat untuk tidak menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran terkait program nuklir negara itu.

Obama mengatakan pada Jumat (16/1) bahwa sanksi baru akan menghambar perundingan diplomatik dan meningatkan kemungkinan konflik militer dengan Teheran.

Iran dan keenam negara adi daya gagal memenuhi tenggat waktu mencapai kesepakatan yang telah ditentukan sebelumnya pada 24 November.

Kesepakatan ini dipandang penting untuk mengurangi risiko perang Timur Tengah yang lebih luas.

Tenggat waktu baru mencapai kesepakatan akhir adalah 30 Juni, tetapi para pejabat berharap bisa meraih satu pengertian pada sejumlah parameter kunci akhir Maret.

Negara-negara adi daya berharap bisa membujuk Iran menghantikan program nuklirnya, yang menurut negara Barat bertujuan mengembangkan senjata atom.

Iran sendiri monegasken program nuklirnya itu hanya untuk keperluan damai.

(cnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *