Peletakan Batu Pertama Pasar Cicalengka Belum Terealisasi

Foto: Pasar Cicalenfka saat terbakar, Sabtu (22/10/2011)
Foto: Pasar Cicalenfka saat terbakar, Sabtu (22/10/2011)

Cicalengka, Kab. Bandung – Peletakan batu pertama Pembangunan/revitalisasi pasar Cicalengka oleh Bupati Bandung H. Dadang M Naser dengan Kadis Kop UKM Disperindag Kab. Bandung yang rencananya pada bulan Desember 2014 kemarin hingga kini masih belum ada kepastian. Hal itu disebabkan belum adanya kesepakatan antara pihak pedagang dengan investor yang difasilitasi komisi B DPRD Kab. Bandung mengenai masalah harga kios. Sebagai acuan rekomendasi DPRD kepada pemerintah, hal ini pernah dikatakan oleh salah satu pedagang pasar untuk kembali menghadirkan Diskoperindag juga pihak investor duduk bersama untuk membicarakan masalah harga dan lain-lain dihadiri oleh 2/3 dari jumlah pedagang yang menempati IPK dan IPL tidak cukup hanya dengan perwakilan saja.

Bahkan aspirasi masyarakat juga para pedagang yang pernah disampaikan pasa saat sosialisasi untuk pembangunan pasar Cicalengka (24/11/2014) hinga kini tidak ada jawaban .
Beberapa aspirasi yang berkembang di masyarakat diantaranya :

  1. Tata kelola lingkungn pusat kota kecamatan. Berkembangnya pedagang kaki lima ( PKL) yang beroprasi di area terminal Cicalengka di sepanjang jalan menuju pasar dan sepanjang jalan samping kantor kecamatan, alun-alun dan masjid raya Cicalengka terlihat semakin semrawut juga terlihat kumuh sebelum terjadi kebaran juga pasca kebakaran sehinga mejadi prioritas bahwa rencana pembangunan pasar harus dibarengi dengan penataan kawasan kota.
  2. pemerintah melalui investor PT. Bangun persada secepatnya melakukan kesepakatan degan para pedagang sehinga proses percepatan pembangunan pasar bisa segera terlaksana dan bisa mengakomodir para PKL yang berada di sepanjang Baron hinga gedung nasional.
  3. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang dilakukan oleh pihak kosultan, masyarakat setempat dan tahapan-tahapan pelaksanaannya yang hinga selesai masyarkat tidak pernah tahu atau diberitahukan hasil dari pada AMDAL tersebut. Bahkan wakil Ketua DPRD Kab. Bandung yang mewakili Komisi B, Yayat Hidayat, sempat berencana memfasilitasi pihak konsultan dengan para tokoh masyrakat agar bisa melihat proses hasilnya dari pada AMDAL tersebut.
  4. Masyarakat sempat mempertanyakan tentang DED yag dibuat pleh PT. Binakarya mengenai pembangunan pasar Cicalengka dengan pembangunan 3 lantai yang menelan angaran berkisar antara Rp 53  hinga Rp 57 milyar yang dapat mengakomodir para PKL, sedangkan yang dibangun oleh PT. Bangun Persada hanya dua lantai tidak mengakomodir para PKL dan hanya diperuntukan bagi pedagang pasar korban kebakaran. Sedangkan anggaran yang dipakai sebesar 68 mlyar lebih besar dari DED yang di buat oleh PT. Binakarya.
  5. Banyaknya opini masyarakat pedagang yang mempertanyakan tentang harga kios yang sebenarnyanya, juga prosedur pembayaran kios itu sendiri. Bahkan mereka berharap harga kios yang ditawarkan bisa lebih murah karena tidak akan menjadi hak milik, sehubungan tanah yang dibangun juga milik pemerintah atau hanya sebatas hak guna pakai.

( Asep G/BIN )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *