Pasar Cendramata Kebun Sayur Ludes Terbakar

kebun sayur BINBALIKPAPAN, (BIN) – Kepanikan terjadi di Pasar Inpres Kebun Sayur di Jalan Letjen Suprapto, Balikpapan Barat, Selasa (6/1) pagi, kebakaran menimpa pusat belanja cenderamata populer ini.

Sedikitnya 135 kios pedagang yang umumnya berjualan batu permata, perhiasan emas-berlian, handphone, pakaian, dan aneka kerajinan lainnya, namun tidak terjadi korban jiwa yang melayang.

Masih pagi buta ketika api mulai berkobar sekira pukul 05.15 Wita. Si jago merah merembet dengan cepat ke bangunan semi-permanen yang rata-rata berukuran 2 x 1,5 meter. Tercatat 20 unit mobil pemadam dan truk tangki air milik Pemkot Balikpapan maupun perusahaan migas, dikerahkan. Tapi, kebakaran baru benar-benar padam sekaligus proses pendinginan sekitar pukul 08.30 Wita. Dalam tempo sekira tiga jam, 135 kios di empat blok ludes. Total, di pasar tradisional itu, secara keseluruhan ada 633 kios/petak yang tersebar di 15 blok.

Dari data dihimpun, api diduga bermula dari Blok A, kemudian merembet ke Blok E, F, dan G,Beberapa kios di Blok B juga sempat terbakar.

Ini informasi dari saksi yang diperiksa Polsek Balikpapan Barat. “Ada tiga orang saksi sudah kami minta keterangannya,” jawab Kapolsek Balikpapan Barat Kompol Kifli S Supu. Sang kapolsek mengomandoi langsung anggotanya di lokasi kejadian untuk memasang police line sekaligus mengamankan aset pedagang.

Beberapa saksi lainnya, yakni petugas keamanan pasar, juga melihat kepulan asap dan api bermula di Blok A. Saksi itu, antara lain, Agus Salim, Herlansyah, dan Deni. Api cepat membesar melalap bangunan berbahan kayu tersebut.“Nanti keterangan saksi juga kami himpun dengan hasil penyelidikan,” tambah Kifli.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Polres Balikpapan untuk mendatangkan petugas dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Surabaya untuk mengecek lebih lanjut pemicu kebakaran, serta melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tak banyak yang bisa dilakukan pedagang untuk menyelamatkan sisa barang. Sebagian hanya bisa menonton dari jauh karena dahsyatnya amukan api. Di tengah kepanikan, sempat terjadi aksi saling rebut barang dagangan antara seorang pedagang dengan pedagang lainnya.

“Jam setengah enam (pagi) api sudah membesar. Tapi, baru satu pemadam yang datang,” ujar Erni (37), seorang saksi mata. Karena fajar masih buta, warga sekitar pasar dan pedagang saat itu juga belum tahu pasti sumber api.

Sedangkan, Muhammad Abduh (35), pemilik Kios Annida yang berlokasi di Blok G-01 menuturkan, api dengan cepat membakar ratusan kios. Dia membenarkan api bermula dari kios di Blok A dan B, lalu menjalar ke Blok E, F dan G, salah satunya Kios Annida tersebut.

“Api itu dari atas atap, seperti lari cepat, lalu menjalar ke kios lainnya, seperti huruf ‘U’. Saya dari rumah jam setengah enam, api sudah besar,” papar pria yang bertempat tinggal di Jalan Pandan Barat Nomor 15 RT 5 Kelurahan Marga Sari tersebut.

Hanya 10 persen barang dagangan milik Abduh yang berhasil diselamatkan. Kendati demikian, dia bersyukur lantaran satu kios miliknya yang berada di antara Blok C-D selamat dari amuk api. “Jika ditaksir, kerugian untuk saya pribadi sekira Rp 500 jutaan. Barang yang terbakar berupa batu permata, juga suvenir dan aksesoris,” ujarnya. “Sebagian barang juga masih ada di rumah,” imbuh Abduh.

Dia berharap ke depan pasar segera dibangun kembali. Entah dari anggaran pribadi Pemkot Balikpapan ataupun swadaya pedagang. “Yang jelas bukan dari investor,” tegasnya.

Kobaran api tak hanya melahap kios pasar, tapi juga bangunan di belakang pasar. “Kios penampungan sementara di belakang juga terbakar. Kalau di sana, rata-rata jual makanan dan ada salon juga,” papar laki-laki yang tinggal di Jalan Sultan Hasanuddin Nomor 15 RT 45, Kelurahan Sidodadi.

Untuk diketahui, setiap hari sistem jaga berlaku di Pasar Inpres, mulai pukul 21.00-06.00 Wita. Tiap blok dijaga hingga empat orang wakar.

Sebagai pusat cenderamata di Balikpapan, Pasar Inpres ramai dikunjungi tidak hanya oleh pengunjung lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Kata H Amad, Pasar Inpres member sumbangsih bagi pendapatan daerah melalui retribusi setiap tahunnya mencapai Rp 1 miliar.

“Ini informasi kami dapat dari staf Dinas Pasar Kami memberikan Rp 100 juta per bulan,” tegasnya. “Nilai tersebut diambil dari pembayaran retribusi bulanan dari pedagang pemilik kios,” imbuh H Amad.

Dia berharap bisa segera membangun kios-kios itu dengan swadaya pedagang. Bisa juga menggunakan dana pribadi. “(Ada) 135 (kios) yang terbakar, insya Allah, bisa dibangun kembali. Kalau menurut hitung-hitungan saya, kerugian mencapai puluhan miliar. Karena yang terbakar kios milik pedagang yang modalnya besar,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan Abdul Aziz mengatakan, pihaknya menerima kabar kebakaran melalui handie-talkie (HT) pada pukul 05.20 Wita. Kemudian, langsung meminta pos di Balikpapan Barat merapat ke lokasi, diikuti seluruh unit mobil pemadam yang dimiliki pos penanggulangan bencana.

“Ketika unit datang, api sudah membesar. Langkah pertama yang kami lakukan adalah memblok api supaya tak menyebar,” kata Aziz. Setelah itu, pihaknya meminta bantuan armada kepada Pertamina dan Total. Termasuk, kepada Sabhara Polda Kaltim yang turut membantu pemadaman menggunakan water cannon.(abd/akn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *