MI Cibalanarik Kondisinya Sangat Memprihatinkan

MI Cibalanarik, Kab. Tasikmalaya
MI Cibalanarik, Kab. Tasikmalaya

Tasikmalaya, (BIN) – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Cibalanarik yang berdiri sejak tahun 1970 berlokasi di jalan Situ Saghiyang, desa Cibalanarik Kec. Tanjungjaya Kab. Tasikmalaya kondisinya sangat memprihatinkan dan tidak layak untuk kebiatan belajar mengajar.

Berdasarkan pantauan media Investigasi Nasional (BIN), pada akhir bulan desember 2014, bangunan MI Cibalanarik yang berdiri diatas tanah wakaf ini keadaannya lima ruangan kelas sudah rusak parah dengan fondasi yang sudah belah-belah, dindingnya retak-retak, lantainya sudah bolong-bolong, juga atapnya sudah banyak yang bocor. Hal ini sangat mengganggu kenyamanan proses kegiatan belajar mengajar, apalagi salah satu ruangannya sudah ambruk dan sudah rata dengan tanah sejak dua tahun yang lalu.

Yaya Bunyamin yang sudah menjabat Kepala sekolah MI Cibalanarik sejak tahun 2011, kepada awak media BIN mengatakan bahwa dirinya sudah merasa bosan membuat dan mengirimkan proposal untuk meminta bantuan rehab bangunan, baik ke Kementrian Agama maupun melalui Anggota Dewan dari berbagai partai politik, namun sampai saat ini tidak ada realisasinya. Ia juga mempertanyakan, mengenai statusnya yang bukan Pegawai Negeri Sipil (PNS), kendati dirinya sudah mengabdi sebagai tenaga pengajar sejak tahun 1983/1984.

“Apakah kami selalu gagal mendapat bantuan rehab itu karena nota bene kepala Madrasahnya bukan PNS?” keluhnya, beberapa waktu lalu.

Yaya yang sudah mengabdi selama 31 tahun ini mengaku tidak berharap untuk menjadi PNS, walaupun dirinya sudah banyak memperjuangkan dunia pendidikan dengan pegorbanan waktu dan materi. Ia juga mengatakan, saat ini sekolah yang dipimpinnya memiliki 201 anak didik dengan 9 orang pendidik yang terdiri 1 orang PNS dan 8 tenaga Sukwan/honorer lulusan S-1.

“Jumlah anak didik semakin menurun, karena mungkin melihat keadaan bangunan yang begitu adanya (tidak layak, red). Adapun kedaan orang tua murid mayoritas adalah buruh tani dan pekerjaan tidak tetap,” ujar yaya Bunyamin.

Lebih lanjut, Yaya beserta tenaga pendidik di sekolah tersebut berharap kepada pihak terkait, khususnya Kementrian Agama RI, juga pemerintah daerah dan pusat untuk dapat mengalokasikan anggaran bagi MI Cibalanarik agar peserta didik dapat belajar dengan nyaman demi tercapainya cita-cita bangsa sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.
(Wahyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *