LP2I TIPIKOR Bongkar Kasus Pidana Bidang Pertambangan Sumatera Selatan

image001Palembang, Sumsel, (BINPERS.COM) – Tidak sinkronnya data yang dimiliki pemerintah pusat dan daerah atas pemberian izin usaha pertambangan (IUP). Berdasarkan data yang disampaikan oleh Ketua Tim Korsup Minerba Komisi Pemberantasan Korupsi, Dian Patria pada acara koordinasi dan supervisi atas pengelolaan pertambangan, mineral dan batubara se Sumatera Selatan yang berlangsung di Auditorium Graha Bina Praja beberapa waktu lalu, bahwa Sumatera Selatan telah menerbitkan 359 IUP. Sementara itu, Sumsel menyampaikan hanya 281 IUP yang diterbitkan.

Kondisi tersebut disikapi langsung oleh Lembaga Pencegahan Pengawasan dan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (DPW LP2I Tipikor) Sumatera Selatan Sumsel yang disampaikan oleh Abdul Aziz, ST selaku ketua. Menurutnya diduga negara mengalami kerugian Rp 9 Miliar, ini baru potensi kerugian melalui Sumsel.

“Kami harus membuat tim untuk melakukan investigasi secara menyeluruh, sebab KPK telah menyampaikan ke publik bahwa, dalam 3 tahun terakhir saja, potensi kerugian negara melalui Sumsel yang tidak dibayar sebesar 15 juta US dollar dan Rp 9 Miliar. Angka tersebut dari PNBP nya saja, belum dari pajak, dari IUP Trader dan itu angka minimum belum ditambah dengan faktor melanggar lingkungan, tidak punya NPWP, melanggar ketentuan kehutanan dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ditegaskannya, kalau hasil investigasi nanti ada pelanggaran hukum Pidana umum atau korupsi dengan dugaan penyalagunaan kewenangan, ungkap Aziz, pihaknya akan meminta aparat segera melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Kita juga merekam jejak Izin Usaha Pertambangan yang ada di Sumatera Selatan, yang lebih tragis lagi adalah IUP yang ada pada hutan konservasi, Kepala daerahnya yang telah memberikan izin akan kita rekomendasikan segera dilakukan pemeriksaan karena nanti akan terbukti telah melakukan pembiaran dan dapat diduga keras tindakan itu terindikasi korupsi,” tandas Aziz.(MAS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *