Lemahnya Pengawasan Pemkab, Gas Elpiji Langka di Pidie Jaya

tempat distributor elpiji(1)Pidie Jaya, Aceh (BINPERS) – Akibat lemahnya pengawasan pemerintah menyebabkan kelangkaan gas Elpiji 3 kg di Pidie Jaya. Dewan Penasehat Aliansi Mahasiswa Peduli Pidie Jaya (AMP2J) Zikrillah, sekali lagi mendesak Pemkab Pidie Jaya (Pijay) segera mengatasi kelangkaan gas 3 kg (bersubsidi) di Pidie Jaya yang kian meresahkan masyarakat miskin.

Zikrillah mengungkapkan, sebenarnya Restoran, Komersial dan Industri lainnya dilarang menggunakan gas elpiji ukuran 3 kg, tapi sayangnya sampai sekarang 30% dari jumlah kuota gas elpiji di Pidie Jaya digunakan oleh restoran, komersial dan Industri, bahkan ada juga kepala dinas yang bertempat tinggal di Pidie Jaya menggunakan gas elpiji bersubsidi.

Ditegaskannya, aturan pelarangan penggunaan gas elpiji 3 kg bagi restoran dan industri dan masyarakat berpenghasilan diatas Rp 1,5 juta sudah disahkan sejak tahun 2012 dan masih berlaku sampai saat ini. Kalau ada yang melanggar dan menggunakan gas elpiji 3 kg maka akan mendapatkan sanksi administrasi bagi agen penyalur.

Peraturan Menteri ESDM nomor 26 tahun 2009 dan UU nomor 20 tahun 2008 menyebutkan bahwa pengguna elpiji 3 kg hanyalah masyarakat berpenghasilan dibawah 1,5 juta dan usaha mikro, sementara masyarakat berpenghasilan diatas Rp 1,5 juta keatas serta usaha makro dan UKM harus menggunakan elpiji 12 kg atau 50 kg.

Terjadinya penyimpangan distribusi gas elpiji 3 kg kepada yang tidak berhak, kata dia, disebabkan karena lemahnya pengawasan dari pemda. Pengawasan penyaluran gas elpiji bersubsidi adalah hak pemerintah, kami minta pemerintah harus bertindak tegas terhadap penyaluran gas elpiji 3 kg.
Seharusnya dalam penyaluran gas elpiji secara terbuka seperti sekarang, pemerintah bisa melalui dinas terkait dan Satpol PP melakukan pengawasan. Itu adalah hak pemkab akan tetapi sampai saat ini belum di lakukan.

“Akibat belum adanya pengawasan pemkab, sampai hari ini masyarakat miskin pidie jaya yang berhak mengunakan elpiji 3 kg sangat sulit untuk mendapatkannya , jika pun ada tapi harganya hampir dua kali lipat dari harga het (24.000-30.000/tabung) padahal harga pertabung elpiji 3 kg dari beberapa pangkalan elpiji di pidie jaya hanya Rp. 18.000/tabung.Kami desak pemkab pijay segera turun tangan mengatasi masalah ini demi untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Disisi lain Kepala Disperindakkop, yang baru menjabat tiga hari yang akrab di sapa Buk Cut menjelaskan kepada media ini akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait demi kemuslihatan ummat di Pidie Jaya. Ia juga mengakui banyak kalangan yang berebut gas elpiji 3 kg yang diperuntukan untuk kalangan kebawah. (Hasbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *