Kejati Sulteng Diminta Usut Kasus Jalan Kabupaten di Poso

Kantor Kejakasaan Negeri Sulteng - Jln. Samratulangi PaluPoso, Sulteng (BIN) – Banyaknya kasus kelas kakap yang terkuak di Sulawesi Tengah oleh Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Sulteng. Hal ini sangat patut diapresiasi, salah satunya adalah kasus yang kini menjadi tranding topik dikalangan masyarakat serta menjadi headline media massa. Kasus tersebut terkait penahanaan dua tokoh Sulteng yaitu mantan Bupati Donggala, Habir Panulele dan mantan Gubernur Sulteng H.B Paliudju namun dengan keberanian Kepala Kejaksaan Tinggi Yohanis Tanak, membongkar kasus yang diduga telah lama sekali mangkrak itu seperti tak membuat nyali para “Mafia” proyek belum kendor dan tidak takut sekali dengan Kejati Sulteng.

Seorang sumber asal Poso menyebutkan, Yohanis Tanak harus berani menguak kasus PJN III di kabupaten Poso yang ditengarai banyak sekali kecurangan dalam pengerjaannya.

“Saya baca di koran bahwa Kejati Bapak Yohanis Tanak banyak mengeksekusi para pejabat daerah dengan sangkaan Korupsinya. Kalau dia betul-betul mau berantas korupsi di Sulawesi Tengah, usut proyek jalan nasional di kabupaten Poso,” tantang keras sumber tersebut.

Sumber tersebut meminta agar Proyek PJN III Paket Taripa (Tindantana) batas Sulawesi Selatan senilai Rp 19 Miliar lebih. Pekerjaan PT.Tunggal Mandiri Jaya / PT.TMJ menganggap dirinya sebagai KAPOLDA Swasta di Sulteng dan juga dibawah naungan Kepala Satuan Kerja / Kasatker Iskandar harus diusut tuntas dengan secepat mungkin.

“Coba diinvestigasi seputaran Gunung Taripa. Waktu penimbunan jalan banyak menggunakan tanah merah, apa itu masuk dalam spesifikasi pekerjaan? Apa hal tersebut sangat wajar merugikan uang negara hingga miliar rupiah? Ada juga yang menggunakan batu potongan gunung. Nah, itu semua yang harus diusut sampai ke akar-akarnya, kalau bukti itu sangat menyalahi sekali. Selaku masyarakat Poso yang awam sekali soal hukum, kami minta agar Kontraktor dan Kasatkernya segera diproses hukum sesuai ganjarnya yang pantas didapatnya. Saya juga baca di koran bahwa Gubernur minta kalau pekerjaan itu sangat melanggar sekali dan penegak hukum segera memprosesnya,” pinta sumber asal Poso.

Pada edisi sebelumnya, proses pengerjaan paket yang dikerjakan perusahaan milik Hantje Yohanes itu diduga kuat dikerjakan secara amburadul sekali. Pantauan hasil lapangan beberapa waktu lalu bahwa timbunan jalan ditenggarai menggunakan material bercampur bahan organik. Dengan demikian pula batu mortal ditenggarai menggunakan potongan batu gunung. (Agus Cokro/TIM)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment