Ketua HIPSI Jabar Kecam Keras Kasus Tewasnya Pemred Tabloid Fokus Lampung

Arie Chandra Azis, SH, Ketua II HPSI Jabar dan Pemimpin Umum Media Berita Investigasi Nasional
Arie Chandra Azis, SH, Ketua II HPSI Jabar dan Pemimpin Umum Media Berita Investigasi Nasional

Bandung, (BN) – Himpunan Insan Pers Indonesia Jawa Barat (HIPSI Jabar) mengutuk keras dan akan menyelidiki kasus atas pembunuhan Pimpinan redaksi Tabloid Fokus Lampung dan bekerjasama dengan Instansi Terkait. Hal tersebut disampaikan S. Joko Pramono, SH, MH, juga Arie Chandra Azis, SH, Ketua HIPSI Jabar.

“HIPSI sangat mengecam tidakan kekerasan terhadap jurnalis. Apalagi sampai terjadi korban sia-sia oleh orang yang tak bertanggung jawab,” Ujar Arie Chandra Azis, SH yang juga Pemimpin Umum Media Investigasi Nasional (BINPERS.COM), di Bandung, jumat (30/1/2015).

Saat ditanya tentang langkah kongkrit yang akan dilakukan HIPSI terhadap kasus tewasnya Pemimpin Redaksi tabloid Fokus Lampung Beni Faisal, Arie menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan dan menginvestigasi bersama Dinas terkait juga bekerja sama dengan Lembaga Profesi Wartawan atas insiden tersebut.

“Serta melakukan menyelidiki kasus pembunuhan tersebut, Kami tidak ingin kasus seperti ini (kekerasan terhadap jurnalis, red) tidak terulang kembali, serta menjadi contoh kepada insan Jurnalis ,” tegasnya.

Jika tidak diusut secara tuntas, kasus kekerasan hingga pembunuhan terhadap insan jurnalis, kata Arie, tidak menutup kemungkinan hal tersbut bisa terjadi terhadap jurnalis lainnya. Menurutnya, tugas seorang jurnalis di lapangan — yang memang rawan tantangan — sangat perlu perlindungan dari aparat penegak hukum dan pemerintah.

“Kasus seperti ini bisa terjadi pada (jurnalis, red) siapapun yang hanya memiliki kekuatan pena dan tulisan. Untuk itu, kepada semua jurnalis agar selalu berhati-hati dan waspada dalam melakukan peliputan di lapangan maupun menuliskan berita. Perhatikan kode etik jurnalistik, serta tidak melakukan pemberitaan yang bersifat fiktif dan rekayasa,” tandasnya.

Seperti diketahui, Pemimpin Redaksi tabloid Fokus Lampung Beni Faisal tewas ditembak orang tak dikenal pada Ahad malam, 25 Januari 2015. Beni ditembak di depan rumahnya di Jalan Pulau Raya 3 Nomor 38, Perumahan Way Kandis, Tanjung Seneng, Bandar Lampung.

“Korban menderita luka tembak di rusuk kiri di bawah ketiak hingga tembus ke punggung,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bandar Lampung Komisaris Deri Agung, Senin, 26 Januari 2015.

Penembakan Beni, 42 tahun, terjadi sekitar pukul 20.00 WIB Saat itu sebagian besar warga sedang mengikuti pengajian, termasuk istri korban.

Sebelum kejadian, Beni berada di dalam rumah untuk menjaga anaknya. Diduga, korban menghampiri para pelaku yang sudah lama mengintai di depan rumahnya. “Saat dihampiri dan korban membawa tombak, pelaku langsung menembakkan senjata api ke arah korban,” tutur Deri.

Warga yang mengetahui ada keributan langsung berusaha menolong korban yang sudah tersungkur bersimbah darah. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Immanuel. Namun nyawanya tidak tertolong.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Abdul Muluk untuk menjalani otopsi. “Selama ini, korban sangat baik dan aktif dalam kegiatan warga,” kata Kabul, tetangga korban.

Besar harapan kepada Pemerintah terkait agar masalah ini segera diungkap karena Jurnalis adalah mitra dari semua kalangan.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *