Blasius Nambut Cs. Siap Hadapi Gugatan Atas Kepemilikan Tanah Isteri Bupati Matim

ilustrasi pengadilanManggarai, NTT (BIN) – Blasius Nambut (59), Yohanes Jehabu (45) dan Falensius Garus (50) warga Ruteng Pu’u Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong, kabupaten Manggarai mengaku siap menghadapi gugatan atas dakwaan yang dialamatkan kepada mereka dalam persengketaan tanah di lingko Pinga. Tanah di lingko Pening, Kelurahan Golo Dukal Kecamatan Langke Rembong ini telah dipersoalkan sejak tahun 2008 silam oleh pihak pelapor yakni Wihelmus Wagut yang juga warga Ruteng Pu’u yang kemudian telah menghibahkan tanah tersebut kepada Sun Maria Sedia yang juga istri Bupati Manggarai Timur (Matim) Yosef Tote.

Dalam salinan dakwaan dijelaskan, saksi Wihelmus Wagut dalam hal ini Pelapor pada tahun 2005 lalu telah menghibahkan tanah ini kepada keponakannya Sun Maria Sedia (istri Bupati Tote) dengan akta jual beli nomor: 39/KLR/JB/2005 dan sejak saat itu status kepemilikan tanah pada sertifikat pun langsung diubah atau dialihkan atas nama SUN Maria Sedia.

Surat Dakwaan yang dialamatkan kepada Blasius Cs. teregistrasi dengan No.Reg.Perkara : PDM-36/RTENG/Ep.2/09/2014 dan ditandatangani oleh Jaksa Penuntut Umum Mustofa,SH ini mendakwa Blasius Cs. telah melakukan penyerobotan pada tanah tersebut. Blasius Cs. dalam surat dakwaan tersebut juga dijerat dengan pasal 167 (1) Jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 Jo. Pasal 64 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Atas dakwaan yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut umum inilah pada hariRabu (07/01/2014) pihak Blasius cs. mendatangi Pengadilan Negeri Ruteng untuk menjalankan persidangan dengan agenda keterangan saksi terlapor (Blasius cs).

Dalam sidang yang menghadirkan pihak terdakwa ini, Blasius Cs. menghadirkan tiga saksi yang mengaku saksi sejarah pembagian tanah yang sedang dipermasalahkan. Ketiga saksi yang dihadirkan pihak Blasius Cs. masing-masing Salesius Pil, Antonius Pragadan, dan Gaspar Lempos. Dalam keterangannya ketika ditanyakan persoalan sejarah tanah di hadapan hakim, Salesius Pilmenerangakan secara detail sejarah pembagian tanah tersebut sebagai warisan.

“Tanah Lingko Pering itu warisan dari Lopo (Kakek) wangga. Lopo Wangga mempunyai dua Orang anak laki-laki, lima hari setelah Meninggalnya Wangga, Ndaem (IstriWangga) melakukan pembagian tanah dan tanah lingko pering menjadi milik Blasius Nambut,” terang Salesius Pildidepan hakim.

Kedua saksi lain dalam persidangan juga memberikan penjelasan dengan cerita sejarah yang sama.

Usai menjalankan sidang, Salesius Pil ketika ditemui BINPERS.COM mengaku status kepemilikan tanah ini tidak pernah bermasalah sejak pembagian warisan pada tahun 1975 silam.

“Hakim Tanya mengenai masalah, saya jawab tidak ada masalah dan memang sejak dulu tanah ini tidak ada masalah,” tegas Salesius.

Ditempat lain, Blasius Nambut (terdakwa) ketika ditemui BIN mengaku tidak gentar untuk terus mengikuti proses hukum yang sedang berjalan, “ saya telah siapkan bukti-bukti yang akan dipertanggungjawabkan dalam persidangan nanti, kami (terdakwa) merasa sangat yakin kami bisa memberi penjelasan sesuai fakta hukum,” ungkap Blasius.

Persidangan berkaitan dengan kasus tanah ini dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada hari Rabu (14/01/2015). (Elvis Yunani Ontas, Koresponden Manggarai)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment