Aneh, Proyek 2014 Sudah Dilakukan Perawatan

” Pihak Yang Berwenang Layak Menelusuri”‎

Foto : Aldo/BINPERS Tampak ‎proyek pembangunan siring yang diduga siluman yang masih di kerjakan di lokasi Peningkatan Jalan desa Tegal Rejo - BTN Mandala yang panjangnya sekitar 2000 meter, senin (5/1)
Foto : Aldo/BINPERS
Tampak ‎proyek pembangunan siring yang diduga siluman yang masih di kerjakan di lokasi Peningkatan Jalan desa Tegal Rejo – BTN Mandala yang panjangnya sekitar 2000 meter, senin (5/1)

Tanjung Enim, SUMSEL (BIN) – Proyek yang diduga Siluman yang masih tampak sedang mengerjakan pembangunan siring di lokasi Peningkatan Jalan Tegal Rejo – BTN Mandala yang panjangnya sekitar 2000 meter. Dalam pekerjaannya pelaksana/Pemborong diduga mengerjakan pemasangan plat Duiker sebanyak dua lokasi dan pembuatan siring sepanjang 100 meter. Namun Ironisnya pekerjan yang dipastikan proyek tahun 2014 ini ternyata masih dikerjakan di tahun 2015 ini.

Informasi yang berhasil dihimpun BINPERS.COM dilapangan, senin ( 5/1) bahwa di lokasi peningkatan jalan yang menelan dana APBD kabupaten Muaraenim sebesar Rp 2,5 miliar melalui Dinas PU BM tahun 2014 ini, terdapat pembuatan dua buah plat Duiker dan di persimpangan pertigaan jalan tersebut dibuat siring sepanjang 100 meter yang hingga kini masih dikerjakan.

“Dikatakan para pekerja (tukang) yang sedang melakukan pekerjaan bahwa pekerjaan ini milik pak Yulius Ujanmas dan pekerjaan ini sama dengan pembuatan plat duiker,” jelas pekerja yang enggan menyebut namanya.

Terkait sisa kewajiban di tahun 2014 seharusnya telah selesai. Para pekerja ini mengatakan, “kami cuma mengerjakan perintah bos pak,” imbuhnya lagi.

Ditemui Ahmad Mustofa (37) warga lingkungan Mandala Kecamatan Lawang Kidul Muaraenim, membenarkan bahwa sejak sebulan lalu jalan tembus ini ditutup karena ada pekerjaan jembatan (maksudnya plat Duiker).

“Ya sejauh ini saya tak tau apakah jalan ini akan diaspal atau tidak namun batu batu yang di timbun untuk pengerasan jalan sudah banyak yang tenggelam,” ujar Ahmad.

Dikatakannya pula bahwa batu yang tenggelam ini dimungkinkan tanahnya kurang padat jadi jika ada kendaraan agak berat seperti truk yang lewat dengan muatan maka jalan akan meninggalkan bekas ban yang cukup dalam, ulasnya.

“Jalannyo ini dak padat Om.. Ini bekas ban truk liwat. Apolagi dekat jembatan kecil (plat Duiker) ado yang rusak sampai belumpur. Maceet Om. Saro liwat sini”. Ungkap Ahmad lagi dengan bahasa daerah.

Saat dikonfirmasi ke Pejabat Pembuat Komitmen PPK pada Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Muaraenim Deasy, senin (5/1) bahwa pekerjaan tersebut merupakan masa pemeliharaan. Agar air tidak merusak badan jalan ungkapnya melalui sms.

Diterangkan pula bahwa seluruh pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan standarnya, ulas Deasy.

Secara harfiah, apakah memang pemeliharaan dilaksanakan selama tiga bulan hingga satu tahun tergantung pada besaran proyek dan dana yang ada? akan tetapi pemeliharaan bukan berarti membuat atau menambah item pekerjaan baru itu sendiri.

Menyikapi pekerjaan yang dinilai janggal tersebut, maka diharapkan agar Pemkab Muaraenim dan pihak penegak hukum dapat menindak lanjuti dugaan indikasi kerugian negara dari molornya pekerjaan tersebut

Koresponden BINPERS Muara Enim : Hendro Aldo Irawan

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *