4 Warung Esek-Esek Dieksekusi Tim Gabungan

“Tim yang dimotori komandan Satpol PP berhasil meratakan empat bangunan dengan tanah tanpa ada perlawanan dari pemiliknya”

Keterangan Gambar : Poto Alat berat Saat mengeksekusi bangunan, poto penghuni warung/Psk dan Poto pemilik Bangunan saat di beri arahan oleh petugas Satpol PP
Keterangan Gambar :
Poto Alat berat Saat mengeksekusi bangunan, poto penghuni warung/Psk dan Poto pemilik Bangunan saat di beri arahan oleh petugas Satpol PP

Sampit, Kalteng, (BINPERS.COM) – Tim gabungan dari TNI/Polri dan dinas terkait yang dimotori oleh Satuan Polisi Pamong Praja (SATPOL PP) Kabupaten Kotawaringin Timur, pada Senin 29 Desember 2014 pagi hingga siang hari terpaksa mengambil tindakan tegas terhadap pemilik bangunan / Pengelola warung remang-remang yang diduga kuat menyediakan kamar untuk berbuat mesum dan lebih parah lagi diwarung tersebut sudah disiapkan wanita Pekerja Sek Komersial (PSK) untuk pemuas nafsu birahi peria hidung belang.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Tabloid Berita Investigasi Nasional (BINPERS) bahwa upaya pemerintah untuk memberantas aksi maksiat prestitusi terselubung yang semakin marak di Kota Sampit ini, sasarannya selain tamu Hotel/losmen warung remang-remang yang berkedok warung kopi pun tidak lepas dari pantauan dan sasaran operasi Pekat.

Sebanyak empat buah warung yang diobrak-abrik alat berat milik PU Kotim dikawasan Bundaran KB diratakan dengan tanah diantara 22 buah warung yang sudah terdata.

Menurut Kepala Satpol PP Rihel S,Sos ,” Hari ini akan kami lakukan eksekusi terhadap 4 buah warung yang terindikasi tempat berbuat maksiat/warung esek-esek, yang lain nya akan dibongkar sendiri oleh pemiliknya ,” ujar Rihel.

“ Apa yang kami lakukan hari ini merupakan tindak lanjut dari laporan warga yang merasa resah dengan keberadaan warung kopi yang dijadikan ajang esek-esek ini,” tegas Rihel.

“Kami telah membuktikan bahwa didalam warung tersebut ditemukan beberapa kamar yang dilengkapi kasur tempat berhubungan intim, eksekusi kali ini kami lakukan tidak serta merta begitu saja, sebelumnya kami telah melakukan beberapa tahapan untuk memberikan teguran dan surat peringatan kepada pemilik/pengelola warung tersebut untuk tidak melakukan aktipitas, namun tidak pernah digubris dan itu dianggap mereka sebagai gertak sambal saja,” ungkap Rihel

Sementara itu ada salah seorang yang mengaku penyewa warung berinisial F, dirinya merasa kecewa terhadap tindakan yang dilakukan karena Satpol PP melakukan pembongkaran terkesan tebang pilih.

Sampai berita ini kami terbitkan bahwa pemerintah komitmen untuk terus memantau dan memberantas penyakit masyarakat ini. (nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *