Warga Mengamuk dan Membakar Aset PT.BUM

“Merupakan puncak kekesalan warga dengan Perusahaan ini karena banyaknya persoalan yang terjadi tapi belum ada penyelesaian terkait dengan sengketa lahan dan tidak adanya realiisasi plasma untuk masyarakat”

ratusan-warga-bakar-kantor-mobil-dan-brankas-pt-bum-di-kaltengSAMPIT-KALTENG, (BIN) – Jajaran Kepolisian Polres Kotim Khususnya dan Polda Kalteng Umumnya dibuat kalang kabut pasca insiden pembakaran aset Perusahan Perkebunan Kelapa Sawit PT.Bangkit Giat Usaha Mandiri (BUM) oleh masa yang berasal dari beberapa Kampung di Kecamatan Antang Kalang pada 08 Desember 2014, mereka segera turun tangan untuk bertindak sementara dengan menurunkan 60 orang personil untuk mengamankan dan mengantisipasi aksi susulan dan mencegah meluasnya aksi brutal warga Tumbang Kalang yang sudah melakukan pembakaran.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Berita Investigasi Nasional (BIN) yang bersumber dari pemberitaan beberapa media dan langsung konfirmasi kepada beberapa nara sumber bahwa ratusan warga dari berbagai Desa di Kecamatan Antang Kalang bersatu mengamuk lalu membakar Aset Perusahaan PT. BUM yang bergerak dalam usaha Perkebunan Kelapa Sawit.

Dengan amukan masa tersebut situasi di sekitar lokasi sangat mencekam dan memanas , dugaan sementara hal ini merupakan puncak kekesalan warga terhadap Perusahaan ini akibat dipicu oleh banyaknya permasalahan yang tidak kunjung selesai terkait dengan Sengketa lahan dan Realisasi Plasma untuk masyarakat yang tidak ada, dan kasus lainya.

Kades Antang Kalang Hardy membenarkan insiden itu terjadi, menurutnya aksi itu merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat karena selama ini banyak sekali persoalan yang terjadi tapi belum saja ada penyelesaiannya.” Dari laporan yang saya dapat ada sekitar ratusan warga yang datang ke lokasi perusahaan dan melakukan pembakaran terhadap kantor dan aset lainnya termasuk mobil juga dirusak,” ujar Hardy

Kapolsek Antang Kalang IPDA Ipda Hasibuan melalui Kanit Reskrim AIPDA Alfin Hadi Husada paska insiden itu terjadi melalui jaringan Telpon pada 09 Desember 2014 mengatakan beliau tidak membantah dengan adanya insiden tersebut, pihaknya belum bisa memberikan keterangan yang detail terkait dengan iniden itu,” Saat ini kami sedangan menuju TKP,” katanya singkat.

Terpisah Kapolres Kotim AKBP Himawan Bayu Aji melalui Kasat Reskrim AKP. Andi Samudra Yudhapatie mengatakan Pihaknya sudah menerjunkan anggota sebanyak 60 orang kelokasi pengrusakan selain melakukan pengamanan anggota juga melakukan pengecekan terkait kerusakan yang menimpa aset milik Perusahaan PT.BUM

PT.BUM Mencekam Paska Dibakar
Pasca Pembakaran Aset Perusahaan yang dilakukan warga Antang Kalang konflik ini semakin meruncing hingga tanggal 9 Desember 2014 situasi yang menyelimuti wilayah PT.BUM sangat mencekam, karyawan memilih bersembunyi dihutan karena masa membwa Senjata Tajam.

Sebagaimana yang dikemukakan Kades Antang Kalang HARDY ini adalah puncak kekecewaan warga lantaran merasa diabaikan oleh pihak terkait ,”Saya sudah bilang beberapa kali agar masalah ini cepat diantisipasi, karena saya melihat ada kepentingan pihak diluar masyarakat Antang Kalang,” ujar Hardy.

“Kapolres,Dandim, dan DPRD dan Pemkab Kotim harus segera mengambil sikap , jangan sampai masalah ini semakain membesar ,” ungkapnya.

Menurut Hardy Laporan mereka kepada aparat penegak hukum terkesan diabaikan “Tidak hanya itu pelanggaran adat yang sudah kami laporkan di Dewan Adat Dayak (DAD) Kotimpun di abaikan, jika ditindak lanjuti saya rasa kejadiannya tidak seperti ini,“ jelas Hardy.

Hardy berharap agar aparat kepolisian yang dikerahkan ke lokasi untuk mengamankan situasi tidak mengorbankan masyarakat , dia mengaku sudah menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dan mampu untuk menahan diri.

Kericuhan ini menurut tokoh masyarakat Antang Kalang itu dipicu oleh Sengketa lahan yang tidak kunjung usai dan realisasi plasma, serta beberapa kasus lainnya Hardy mengaku warga hanya mempertahankan hak mereka.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini bahwa Aset perusahaan yang dibakar masa terdiri dari Kantor Pusat, Kantor Jastek, Kantor Pabrik, dan satu rumah Direksi, masa juga membakar dua buah mobil , satu milik perusahaan dan satu mobil milik pribadi milik karyawan disana jeles salah seorang warga Antang Kalang yang tidak mau disebutkan namanuya.

Menurut dia paska insiden itu, para karyawan menyelamatkan diri dengan bersembunyi di hutan dan kawasan kebun Kelapa sawit,”Tolong Polisi yang berada di TKP saat ini agar mengevakuasi karyawan disana , jangan sampai ada korban jiwa missalnya mereka kelaparan didalam hutan karena ketakutan” kata nya.

Diceritakannya situasi paska kejadian itu memang sangat memanas ,”Namun warga tidak terprovokasi yang masyarakat khawatirkan Polisi dalam mengambil langkah nanti salah sasaran, Ujarnya.

Masalah yang terjadi di PT.BUM menurut dia salah satu dengan ketidak puasan warga terhadap manajemen perusahaan sementara PT. BUM belum memberi keterangan terkait dengan kasus ini, saat dihubungi via telpon tidak ada satupun yang aktif.

Sementara itu Aparat Kepolisian merespon serius dengan situasi ini sekitar 60 orang personil dengan senjata lengkap dikerahkan Polres Kotim untuk mengamankan Lokasi Kerusuhan, di jelaskan Kapolres Kotim AKBP Himawan Bayu Aji melalui Kasat Reskrim Andri Samudra Yudhapatie menyebutkan bahwa hingga kemarin (8/12) Perusahaan masih belum melaporkan aksi pengrusakan yang dilakukan warga Antang Kalang.

“Walaupun tidak ada laporan , Polres Kotim tetap melakukan antisipasi dengan Pengamanan dan olah TKP untuk menetralisir keadaan disana dengan menerjunkan 60 orang personil , Ungkap Kasat Reskrim

Polres Kotim juga sudah melakukan pendataan aset perusahaan yang rusak “Anggota masih berada di TKP belum bisa dihubungi mereka juga sedang melakukan pendataan terkait aset Perusahaan ynag dirusak, “ kata Andri

“Untuk sementara pelaku belum kami amankan namun sudah ada beberapa orang yang teridentifikasi sebagai provokator dan pelaku pengrusakan,” jelasnya.

Ditambahkan Andri Warga hanya mengamuk selama 30 menit dan hanya menyasar aset perusahaan tidak kepada karyawan, ”Tidak ada karyawan yang dilukai, mereka hanya merusak aset perusahaan bukan kepada individu, informasi terakhir dilapangan menyebutkan keadaan dilokasi sudah kondusif ,” tambah Andri.

Dua Orang Karyawan PT.BUM Bakal Disidang Adat
Permasalahan PT.BUM nampaknya berbuntut panjang ,Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotawaringin Timur bakal memanggil Dua orang karyawan PT.Bum di Kecamatan Antang Kalang yakni Panahatan Tanpu Bulon & Yunif Imanuel Pasaribu keduanya bakal disidang secara adat Dayak terkait dengan Laporan Warga telah melecehkan Adat Dayak.

Menurut Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kotim Hamidan IJ Biring ,” Rencana semula hari senin 15 Desember 2014 sidang adat terhadap mereka akan kami lakukan di Gedung Serba Guna Sampit,surat sudah kami layangkan salah satunya kepada Asosiasi Adat Batak yang berada di Kotim untuk membantu agar keduanya bisa hadir nanti, namun karena sesuatu dan lain hal terpaksa sidang tersebut ditunda pada hari Rabu tanggal 17 Desember 2014,” ujar Hamidan pada 13/12/14.

“Kedua orang tersebut harus mempertanggung jawabkan perbuatannya , jika tidak silahkan tinggalkan wilayah kami ini, atau secara paksa mereka akan kami usir dari sini, diminta kepada keduanya harus kooperatif , sebagai masyarakat Dayak , pasti marah jika disebut bodoh oleh mereka ,”ungkapnya.

Kades Antang Kalang secara terpisah mendukung langkah yang diambil pihak DAD Kotim, masalah ini disebut menyangkut harga diri, harkat dan martabat serta adat istiadat Dayak, ”masalah ini sebenarnya sudah kami laporkan kepada DAD sekitar sebulan yang lalu sebelum insiden baru-baru ini, agar mereka bisa mempertanggung jawabkan ucapannya.” kata tokoh masyarakat Antang Kalang itu.

Dijelaskan oleh Hardy,” permasalahan PT.BUM yang terjadi beberapa hari yang lalu merupakan kumpulan masalah selama ini yang akhirnya meledak juga, selain masalah sengketa lahan dan plasma, masalah ini (Pelecehan) juga salah satu pemicunya,” jelas Hardy.

Terkait dengan penyerangan PT BUM beberapa hari yang lalu oleh sejumlah masa , Hardy mengaku baru mengetahui setelah itu terjadi,” Saya tidak tau awalnya kalau ada penyerangan , namun memang benar saya beberapa kali meminta agar kejadian semacam ini diantisipasi karena masalah PT.Bum cukup banyak,” Ungkap Hardy.

“Masalah Polres Kotim bakal memanggil , saya selalu siap bahkan saya sudah beberapa kali sebelum kejadian ini ingin ketemu Kasat Reskrim dan Kapolres Kotim namun tidak pernah diijinkan,“ timpalnya.

Sampai Berita ini kami terbitkan bahwa Pemkab Kotim akan mengambil sikap untuk mempasilitasi mediasi untuk kedua belah pihak yang bertikai, menurut wakil Bupati Kotim HM.Taufiq Mukri ,” Saat ini kami tidak bisa langsung memutuskan tanpa melihat buktinya,” ucapnya.

Beliau juga enggan menanggapi, penilaian banyak kalangan yang menyebutkan bahwa pemerintah lamban menangani kasus ini, dia hanya mengatakan ada proses yang sedang berlangsung, Pemkab dan pihak Kepolisian akan bekerjasama dan berkoordinasi dengan aparatur desa untuk mengumpulkan informasi.

“Semua itu ada alur dan prosesnya,kalau memang salah akan dikatakan salah, dalam hal sangsi untuk perusahaan pemerintah akan memberikan sangsi melalui perizinan, Ujar Taufiq.
Rencananya Pemkab akan memanggil semua PBS yang ada di Kotim, agar permasalahan yang serupa jangan sampai terulang,” Langkah kami saat ini akan memediator kedua belah pihak yang bertikai,” langkah kedepan Bupati Kotim Supian Hadi sudah menyampaikan akan memanggil seluruh PBS, karena tidak ingin hal serupa bakal terjadi,” tandasnya.

Sementara itu Polres Kotim terus memperkuat Pengamanan di Lokasi PT.Bum agar tetap Kondusif, Polres Kotim sampai 12 Desember 2014 belum memulangkan 60 personil yang sedang berjaga, jumlah tersebut bahkan mungkin cendrung bertambah , informasi nya Rabu tanggal 10/12 malam Kabag Ops Kompol Sukamat SIK, Kasat Reskrim AKP Andri Samudra Yudhapatie, dan Kasat Intelkam AKP Gede Eka Yudharma bersama-sama anggota Polres Kotim lainnya bertolak menuju PT.Bum untuk memantau secara langsung suasana di TKP.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kotim AKP Andri Samudra Yudhapatei ,” Kami akan melakukan gelar perkara dahulu siapa yang akan ditetapkan sebai tersangka, saksi- saksi juga akan kita lakukan pemanggilan hingga Kades yang bersangkutan juga akan kami periksa,” ucap Andri.

“Untuk sementara ada sekitar 30 orang diperkirakan sebagai pelaku, dan ada beberapa orang yang identitasnya sudah kami kantongi yang nantinya akan kami ambil tindakan tegas,“ tukas Andri.

Informasi terakhir 13 Desember 2014 bahwa sudah 2 orang masyarakat Antang Kalang yang dibawa ke Polres Kotim yang diduga sebagai Pelaku/ Provokator dalam Perusakan Aset Perusahaan untuk diperiksa, Menurut Kapolsek Antang Kalang yang baru melakukan serah terima Jabatan IPDA Rachmad via telpon bahwa kondisi di TKP saat ini sudah berangsur Kondusif pihak masyarakat dan Perusahaan sudah bisa melakukan aktivitas sebagaimana biasa, Porsonil Keamanan sudah ada pengurangan, terkait dengan 2 orang warga yang dibawa ke Polres Kotim Kapolsek enggan bicara karena itu bukan kewenangannya, jelas Rachmad.

Terpisah Kades Antang Kalang Hardy membenarkan bahwa 2 orang yang ditangkap tersebut adalah Adik kandungnya sendiri yakni berinisial HF dan KAR, keduanya ditangkap Polisi dikediamannya masing-masing pada Jum’at 12 Desember 2014 sekitar jam 03.15 Wib dini hari saat sedang lelap tidur, Hardi menyayangkan sikap Polisi yang seenaknya main tangkap tanpa melakukan pembuktian terlebih dahulu, ia memprotes keras aksi penangkapan kedua adiknya itu yang dinilai terlalu berlebihan,” Mereka (Polisi) menangkap adik saya seperti seorang Teroris, petugas Polisinya memakai Topeng dengan senjata lengkap langsung masuk kedalam rumah, saya sangat sayangkan sikap arogansi aparat kita,” cetus Hardy
(nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *