Terkait Tindak Kekerasan, Gardu Induk PLN Pati Didemo Wartawan

Gardu Induk PLN Pati Didemo WartawanPati, Jateng, (BIN) – Puluhan jurnalis media cetak dan elektronik di Pati menggelar aksi protes tindakan kasar petugas PLN, di Gardu Induk PLN Pati, di Dukuh Ngantru Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati, Rabu pagi (3/12).

Aksi solidaritas tersebut, menyusul tindakan kasar petugas PLN terhadap seorang jurnalis surat kabar Suara Merdeka, saat melakukan peliputan di Gardu Induk tersebut. Selain orasi, para junalis dalam aksinya juga membawa poster berisi kekecewaan jurnalis atas aksi kekerasan yang dilakukan petugas PLN.

Permasalahan ini bermula, terjadinya pengusiran dengan cara kasar terhadap jurnalis surat kabar Alman Eko Dharmo, saat akan mengambil gambar perkembangan perbaikkan jaringan travo di Gardu Induk di Dukuh Ngantru Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati, yang terbakar. Perkembangan tersebut, dinilai perlu untuk diketahui publik, karena sejak kejadian itu, suplay daya untuk pelayanan listrik ke pelanggan tidak maksimal.

Menurut Wakil Ketua I Bidang Hukum PWI Jateng 1, Alwi Alaidrus, dalam aksi solidaritas itu, untuk mengadvokasi tindakan kasar petugas PLN yang menimpa jurnalis Alman Eko Dharmo, saat melakukan peliputan pengambilan gambar perkembangan perbaikkan kerusakan di Gardu Induk.“Kami wartawan Pati melakukan aksi solidaritas akan mengadvokasi atas penganiayaan yang menimpa Alman Eko Dharmo, pada Selasa (2/12), ketika melakukan tugasnya sebagai wartawan mengambil foto di Gardu Induk PLN,” kata Alwi Alaydrus.

Meski Asisten Manager SDM PT. PLN Distribusi Jawa Tengah, Endah Triningtyas menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang dilakukan petugasnya, kepada perwakilan jurnalis saat beraudensi, namun hal itu ditolak. Perwakilan jurnalis meminta, permohonan maaf tersebut, harus dilakukan secara terbuka melalui media, dengan tengang waktu 1 x 24 jam. Sedang proses hukum atas penghinaan profesi jurnalis yang telah dilaporkan ke Polres Pati tetap berlanjut.

Usai perwakilan jurnalis beraudensi dengan Asisten Manager SDM PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY, puluhan jurnalis mengakhiri aksi solidaritasnya.
Perlakukan kasar petugas PLN di Gardu Induk Pati itu, terjadi ketika jurnalis Alman Eko Dharmo hendak mengambil gambar perkembangan perbaikan jaringan di tempat yang terbakar dua hari lalu tersebut. Karena hingga beberapa hari ini, aliran listrik ke rumah pelanggan belum maksimal.

Alman Eko Dharmo mengaku, setelah mendapat izin dari salah seorang security, dia hendak mengambil gambar dari luar pintu batas aman. Namun ketika akan mengambil gambar, pintu ditutup. Ketika berusaha mendekat karena terhalang pintu, justru datang sejumlah petugas PLN berseragam orange dan biru yang dikomando seseorang dari dalam lokasi, untuk mengusir dengan cara kasar.

“Saya izin pada security-nya, untuk ambil gambar. ‘Iya Pak ambil gambar dari luar’. Tapi malah pintu kok ditutup. Lensa kan enggak masuk, karena lensa Kamera saya besar. Terus saya buka sedikit pintu itu, agar bisa ambil gambar ke dalam, tapi tidak sampai melebihi area batas kewenangan yang diberikan untuk umum. Tapi mau ambil gambar malah teman yang saya dikroyok. Kemudian saya masuk, tapi tidak sampai sejauh sana. Seingat saya, tidak ada pemukulan, hanya saya ditarik sejauh tiga meteran dengan paksa oleh sejumlah oknum petugas setempat, dalam keadaan kaki saya sakit,” jelas Alman ED.

Tidak menerimakan perlakuan kasar oleh sejumlah petugas PLN yang sedang memperbaiki kerusakan di Gardu Induk tersebut, Alman Eko Dharmo bersama belasan jurnalis media cetak maupun elektronik, melaporkan hal tersebut ke Satreskrim Polres Pati.

“Saya tidak menerimakan, karena ini kami anggap penghinaan profesi, penghinaan UU Keterbukaan Informasi Publik, dan UU Pers. Seharusnya mereka, harus menanyakan lebih dulu dengan baik-baik. Di sini tidak diperkenankan mengambil gambar, saya tidak akan mengambil gambar,” kata wartawan senior Suara Merdeka . (Agus)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment