PT BA Terlantarkan Hutan Eks Reklamasi Tambang

Foto : Aldo/BINPERS FT. Tampak lokasi hutan kota Kalamudin di Eks Reklamasi Tambang PTBA ‎ yang berada di TPA Bukit Kancil di Kelurahan Air Lintang,Kecamatan Kota Muara Enim
Foto : Aldo/BINPERS
FT. Tampak lokasi hutan kota Kalamudin di Eks Reklamasi Tambang PTBA ‎ yang berada di TPA Bukit Kancil di Kelurahan Air Lintang,Kecamatan Kota Muara Enim

Muara Enim, SUMSEL, (BIN) – PT Bukit Asam (PT BA) Persero Tbk. Tanjung Enim, Sumatera Selatan, diduga terlantarkan Hutan Kota Kalamudin yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bukit Kancil, Kelurahan Air Lintang. Hal ini dilihat dari kondisi saat ini sebagian besar tidak ditumbuhi pepohonan hijau alias gersang.

Keadaan ini dikuatkan oleh peryataan Kepala Dinas Kehutanan Muara Enim, Ir Rustam Effendi, akhir pekan lalu, yang mengatakan bahwa sejak pencanangan 2009 lalu, hanya 20 hektar hingga sekarang yang tertanami beragam pepohonan, itupun penanaman dilakukan oleh pihak Pemkab Muara Enim.

“Tidak bisa kalo PTBA lepas tangan, karena wilayah Hutan Kota Kalamudin termasuk wilayah eks tambang PTBA atau Izin Usaha Pertambangan (IUP), sehingga kewajiban PTBA melakukan penanaman,” tegas Rustam.

Diceritakannya pada saat pecanangan beberapa waktu lalu, PT BA berkewajiban melakukan penanaman pada proyek paru – paru Kota Muara Enim seluas 50 hektar. Padahal berdasarkan ketentuan berlaku sudah suatu keharusan alias kewajiban PTBA melakukan rehalibitasi kembali pada lahan eks tambang.

“Yang terjadi sekarang dari pencanangan hingga sekarang penanaman tidak sampai 50 hektar, paling ditanam saat pencanangan saja, apalagi pohon banyak mati. Kalo seperti ini akan mengganggu target Muara Enim meraih Piala Adipura Kencana, dimana Hutan Kota Kalamudin menjadi titik penilaian,” paparnya.

Menurutnya, pihaknya telah beberapa kali bediskusi dengan PTBA. Dimana intinya, hutan itu tidak bisa diserahkan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muara Enim.

“Dan tanggung jawab masih tetap pada PTBA untuk melakukan penghijauan dan rehalibitasi, Pemda hanya mengarahkan,” tukasnya.

Ditambahkannya, informasi dari PTBA telah dibuat Detail Engeneering Desain pada 2010 yang dilakukan akademis dari Universitas Bengkulu.

“Namun hingga sekarang belum ada progresnya dan juga berapa persen penanamannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PTBA, Joko Pramono, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, menerangkan bahwa saat pencanangan 2009 lalu, rehalibitasi dan penanaman Hutan Kota Kalamudin dibagi porsi masing – masing antara PTBA dan Pemkab Muara Enim.

“Dan bila ada pohon yang mati dari penanaman PTBA, Pemkab bisa melaporkan ke PTBA maka akan dilakukan penanaman kembali,” katanya.

Saat ditanya berapa hektar lahan Hutan Kota Kalamudin yang wajib ditanami PTBA saat itu? “Oh mengenai itu, tidak hapal berapa hektar yang harus ditanami PTBA,” ujarnya.

Kontributor: Aldo

 

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment