BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Polisi Lidik Kepemilikan Senpi

“Terkait tertembaknya Warga Kawan Batu Kec. Bukit Santuei berinisial AL (64) langsung dilarikan ke rumah Sakit Umum Dr. Murjani Sampit ”

Kapolsek Mentaya Hulu IPDA Masriwiyono
Kapolsek Mentaya Hulu IPDA Masriwiyono

SAMPIT-KALTENG, (BIN) – Jajaran Kepolisian Polsek Mentaya Hulu Kabupaten Kotawaringin Timur tidak patah semangat untuk mengungkap kepemilikan Senjata Api (Jenis dum-duman) yang mencelakai Ahmad Lamu alias Mamat (64) Warga Desa Kawan Batu Kec. Bukit Santuei Kab.Kotim pada 23 Nopember 2014 yang lalu sehingga korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Dr.Murjani Sampit untuk mendapatkan perawatan secara intensif.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartawan Tabloid Berita Investigasi Nasional (BIN) melalui Kapolsek Mentaya Hulu IPDA Masriwiyono melalui jaringan telepon bahwa pihaknya tidak akan patah semangat dan menyerah begitu saja untuk mengungkap kasus ini walaupun mereka sudah melakukan pemeriksaan beberapa orang warga sebagai saksi yang terkesan menutup-nutupi permasalahan ini alias bungkam, kemungkinan pelakunya ada hubungan keluarga.

“Beberapa orang warga sudah kami minta keterangannya sebagai saksi,namun terkesan Bungkam kondisi korban saat ini sudah dipulangkan dari Rumah sakit ke rumah Korban di Sampit kondisinya masih lemah dan sedikit membaik, dalam waktu dekat akan kami mintai keterangannya seputar kronologis kejadian dan kepemilikan Senjata Api tersebut secara mendalam, kemungkinan setelah tahun baru 2015,” jelas Kapolsek.

“Sampai saat ini pula korban belum ada melapor, dengan demikian tersangka penganiayaan nya belum bisa terungkap , kemungkinan besar ini ada hubungan kekeluargaan dan sengaja untuk ditutup-tutupi, namun pemilik rumah tempat Kejadian sudah meninggalkan rumah tersebut setelah kejadian, belum sempat diminta keterangannya tetapi namanya sudah kami kantongi,” ungkap Masri

“ Sepertinya mereka sudah lama memiliki Senpi tersebut, yang digunakan untuk berburu hewan dihutan, apabila disalahgunakan bisa dikenakan undang-undang darurat,” tambah Masri. (Nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *