Pol PP Batanghari Bongkar Lapak Liar Pasar Keramat Jati

IMG_20141215_092911MUARA BULIAN, Jambi (BIN) – Operasi gabungan Satpol PP dan instansi terkait membongkar 23 lapak pedagang yang ada di pasar Keramat Tinggi, yang posisinya terletek di jalur belakang pasar Keramat Tinggi, senin (15/12). Pembongkaran tersebut tanpa perlawanan dari pihak pedagang yang ada di pasar tersebut.

Personel yang diturunkan lebih kurang 90 orang dengan tujuan membongkar 23 lapak pedagang karena dianggap pemicu terjadinya kemacetan untuk menuju jalan ke perumahan warga di sekitar belakang pasar Keramat Tinggi. Ironisnya lagi pedagang tersebut telah memakan badan jalan.

Ahmad Haryono, kepala Satpol PP Batanghari yang ikut dalam operasi gabungan mengatakan, sebelum melakukan pembongkaran, petugas sudah melakukan sosialisasi terlebih dahulu pada hari jumat (12/12) yang dilakukan dengan perwakilan pedagang serta unsur pemerintah. Batas waktu yang telah ditetapkan hingga senin (15/12), pedagang agar membongkar sendiri namun tidak diindahkan malah diabaikan.

sementara itu, Ny. Ita yang tanahnya juga banyak didirikan lapak pedagang juga ikut dibongkar karena dianggap telah mengganggu pengguna jalan. Demikian juga dengan Kunto yang juga mempunyai lapak diatas tanahnya sendiri, tapi tidak dibongkar, sehingga membuat pedagang yang lain cemburu sosial dan protes.

“Lahan ini milik saya pribadi, sudah saya beli,” ungkap Kunto ketika dikompirmasi media BINPERS.COM.

“Lapak saya tidak memakan badan jalan, saya tahu aturan. Yang harus ditertibkan itu pedagang kampung bukan kami, yang sering menggelar terpal di badan jalan diwaktu subuh,” ucap kunto.

Hal senada juga dikatakan Amer, seorang pedagang lapak. Menurutnya, pedagang kampung yang berdatangan sekitar pukul 03.30 – 07.00 mereka menjajakan dagangannya dengan menggelar lapak terpal, persis di badan jalan.

“Jika dilarang akan terjadi keributan. Jika petugas akan menertibkan, datanglah sewaktu subuh, itulah puncak dari penyebab kemacetan,” ungkap Kunto beserta Amer. (jhp.Effendi hs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *