Pasang Instalasi Listrik di Bombana Dipungut Rp 5 Juta

Camat Tontonunu
Camat Tontonunu

Bombana, SULTRA, (Bin) – Camat dan kepala Desa dari dua daerah, yaitu Kecamatan Tontonunu dan Tongkoseng Kab. Bombana, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga membiarkan warganya menjadi korban pungutan liar (pungli) dari oknum yang mengaku petugas PLN. Pasalnya warga dikenai biaya pemasangan instalasi listrik yang cukup tinggi.

Berdasarkan ivestigasi di lapangan, proyek-proyek yang menamakan ATLINDO atau Asosiasi yang resmi tanpa diketahui asal-usul yang sebenarnya diduga mengadakan pembodohan terhadap masyarakat. Seperti yang terjadi di kecamatan Tongkoseng, namun begitu anehnya oknum camat dan oknum Kepala Desa diduga turut mendukung adanya hal-hal yang menimpa masyarakatnya. Menurut pengakuan salah seorang masyarakat, pemasangan istalasi dilakukan oleh Mannang yang menurut informasi adalah seorang PNS, sehingga masyarakat membayar Rp 5 juta per KK. Ironsnya, Mannang bukan hanya memasang instalasi listrik di daerah Tongkoseng tetapi hampir di seluruh Sultra.

Berbasarkan informasi dari Kepala PLN Kab. Bombana, bahwa orang yang bernama Mannang sama sekali tidak dikenalnya tetapi bagaimana SLO bisa keluar dan aliran listrik bisa dinyalakan tanpa ada unsur kerja sama.

Kepada media Berita Investigasi Nasional (BIN), beberapa dari tokoh masyarakat menyampaikan keluhan-keluhan ini agar pemerintah dapat lebih memperhatikan apa yang terjadi pada masyarakatnya. Menurutnya, pungutan liar tersebut sudah berlangsung dari tahun 2012 sampai saat ini.

“Masyarakat mengharap mudah-mudahan saja pemerintah dapat mengatasi hal-hal pembodohan ini seperti yang terjadi di Kecamatan Tontonunu. Dan yang sangat diherankan, oknum camat dan Kepala Desa sangat mendukung adanya pembodohan pada masyarakatnya,” ujar salah satu tokoh masyarakat yang dirahasiakan identitasnya.

Selama ini, kata dia, menurut anggapan dari oknum Pemerintah bahwa Mannang sangat membantu di wilayahnya yaitu masalah jembatan dan yang lainnya terjadi pungli. Diduga, hasil yang diperoleh Mannang hasil pasangan instalasi listrik yang dipungut Rp 5 juta per KK, sudah mencapai miliyaran rupiah yang dikenakan di kecamatan Tontonunu Kab. Bombana.

Informasi dari masyarakat bahwa Mannang diduga dibekingi oleh gubernur, karena segala urusan penerangan listrik dan instalasi begitu sangat berkuasa di Bombana sehingga terjadi seperti ini di Kecamatan Tontonunu.

“Mudah-mudahan Kepala PLN dapat mencegah dan tidak ada kerja sama dengan proyek atau yang mengatasnamakan dirinya dari asosiasi karena SLO tidak begitu mudah dikeluarkan oleh PLN. Tetapi kenyataannya yang terjadi selama ini pada masyarakat adalah pembodohan atau pungli masalah pasangan instalasi listrik padahal pembayaran yang sebenarnya aturan dari asosiasi AKLINDO hanya dikenakan Rp 2.500.000.Entah saat ini apakah ada tarif kenaikan karena sekarang barang sangat melompat tinggi mungkin pengaruh BBM yang lagi naik,” ujarnya.

Sementara itu, pada hari kamis tanggal (27/11/2014) awak media BIN mengkonfirmasi Kepala PLN Bombana yang saat ini masih menduduki jabatannya terkait hasil investigasi di lapangan. Namun Kepala PLN tidak dapat memberikan jawaban yang tepat. (MT. SUPRIADI LATIF)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment