Ormas Manggala Garuda Putih Lestarikan Budaya Sunda

10857784_1025661577459808_9013696967573456558_nBandung, (BIN) – Saat ini Ormas Manggala Garuda Putih sangat optimis dengan adanya program pemerintah dengan memajukan dan mengenal kembali adat istiadat suku sunda yang saat ini dipandang perlu semua kalangan mengetahui, sehingga tidak merasa diabaikan tentang seni budaya. Manggala Garuda Putih lahir dari tahun 2005 sampai saat ini masih berjalan dengan baik serta para jajaran di berapa wilayah terbentuk dengan baik.

Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Ormas Manggala Garuda Putih H. Djoni Hidayat, SH. MM, kepada wartawan Berita Investigasi Nasional (BIN) beberapa waktu lalu di Bandung.

10882376_1025661700793129_608810555789571587_n“Beberapa kegiatan sudah kita lakukan terutama seni budaya suku sunda,” katanya.

Selaku ketua umum, H. Djoni Hidayat menyampaikan, bahwa dalam hal ini pihaknya akan terus berjuang dan mempertahankan tradisi seni budaya bangsa Indonesia dan berpacu kepada bhineka tungggal ika. Ia berharap kepada seluruh jajaran anggota Manggala Gaeuda Putih tetap bersatu dan berjuang demi keamanan bangsa serta menjaga tradisional agar kembali ke jati dirinya.

“Walau saat ini ada beberapa tradisi suku sunda sudah yang hilang tapi paling tidak sisa yang masih ada kita jaga bersama. Manggala (saat ini) sudah menjadi bermacam ras suku bangsa, namun pada prinsifnya dimana langit di jujung, disitu bumi berpijak dan saling menjaga satu sama yang lain,” ungkap H. Djony Hodayat, Ketua Umum Ormas Manggala Garuda Putih yang juga selaku dewan kehormatan di salah satu Media Nasional.

Di tempat terpisah, juga dengan adanya pelantikan DPC kota Bandung baru-baru ini, Denny selaku ketua DPC menyampaikan kembali amanat yang disampaikan oleh Ketua Umumnya.

“Saya sebagai penerus namun saya berusaha sebagaimana mandat dan kepercayaan ketua Umum kepada saya tetap akan berpedoaman kepada anggaran rumah tangga Ormas Manggala dan tidak membedakan suku bangsa juga ras, karena Manggala saat ini sudah berbaur menjadi satu dari berbagai suku dan daerah. Ini adalah satu simbol adanya kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang bersatu,” tandasnya. (Lucky/TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *