Operasi Zebra Bukan Untuk Menjaring Pelanggar

operasi-zebraSAMARINDA, (BIN) – Selama Operasi Zebra Mahakam 2014 berlangsung, mulai Rabu (26/11) lalu, hingga hari ini (berakhir Selasa pekan depan), polisi Samarinda panen tangkapan. Saban hari, polisi menyebar untuk menyasar pengguna jalan yang melanggar aturan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas (lakalantas).

Terhitung sampai Selasa (2/12) kemarin, sudah ada 912 pengendara yang terjaring razia dan mendapatkan tilang. Terdiri dari pengendara motor, dan pengemudi mobil.

Dalam menjalankan Operasi Zebra, polisi melaksanakan razia dengan dua sistem. Stationary System, yakni menghentikan para pengendara di suatu tempat; dan Hunting System, razia yang dilakukan di jalanan sesuai tingkat kerawanan pelanggaran tertinggi. Tak ubahnya memburu pelanggar.

Sejauh ini, Hunting System lebih efektif menjaring pelanggar. Setidaknya ada seratus pelanggar yang terjaring setiap harinya, lewat Hunting System. Sisanya, polisi mengeluarkan tilang setelah melakukan razia dengan Stationary System.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, melalui Kasat Lantas Kompol Didik Haryanto mengungkapkan, Hunting System lebih efektif menjaring pelanggar karena selalu berpindah lokasi dan tak disangka para pengendara.

“Hunting System dilaksanakan berpindah-pindah, sesuai wilayah yang banyak terjadi pelanggaran. Seperti melawan arus atau menabrak rambu. Sebenarnya tujuan kami bukan bagaimana menjaring pelanggar, namun bagaimana membuat mereka sadar. Dan razia diharapkan bisa menjadi efek jera yang tepat untuk mengingatkan warga,” ujar Didik.

Guna memudahkan pelaksanaan razia, anggota Polantas Samarinda dibagi menjadi empat tim. Tiap tim beranggotakan sekitar enam orang, dan diharuskan berkeliling ke wilayah rawan.
Dua tim bertugas siang hari, dan sisanya untuk malam hari. Sehingga polisi mengawasi jalanan Kota Tepian selama 24 jam, untuk menekan pelanggaran.

“Dan ini berlaku hingga habis masa Operasi Zebra. Mungkin nanti tetap berjalan, hanya intensitasnya tak seintensif ini. Yang pasti kami ingin menyadarkan warga, yang muaranya bisa menciptakan keamanan, kelancaran dan keselamatan berlalu lintas,” tandas Didik. (abd/akn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *