Mobil Mewah Untuk Polres Manggarai “Disoal”

Sekda: Mobil itu Sifatnya Pijam Pakai Sesewaktu Bisa Diambil Kembali

pajero sport kapolres manggaraiManggarai Timur-NTT, (BIN) – Tahun Anggaran 2014, Pemda kabupaten Manggarai Timur (Matim) telah membeli mobil mewah seharga Rp.400 juta untuk Polres Manggarai. Sejumlah masyarakat Matim tidak setuju dan mempersoalkan pembelian mobil tersebut.

Mantan Anggota DPRD Matim periode 2009-2014, Niko Martin, yang ditemui dirumahnya, Kamis (4/12) mengaku kesal dan sangat tidak setuju Pemda anggarkan mobil mewah untuk Polres Manggarai, apalagi jenis mobil yang dibeli itu adalah Pajero Sport.

“Polres juga seharusnya tidak perlu minta mobil dari pemerintah Matim. Hal itu semua akan berdampak pada proses penanganan kasus, khususnya kasus korupsi di Matim”. Ungakapnya

Menurut dia, pengadaan mobil itu boleh dibilang ilegal, karena anggarannya tidak pernah disetujui oleh pihak DPRD Matim periode 2009-2014. Pemerintah Matim pernah ajukan pengadaan mobil jenis Pajero atas proposal yang diajukan oleh pihak Polres Manggarai, tapi tidak disetujui.

“Pernah diajukan pemerintah dan DPRD tidak setuju. Alasannya masih banyak desa yang butuh sentuhan pembangunan. Selain itu, pihak kepolisian itu ada anggaran sendiri. Kita kaget kenapa mobil itu jadi dibeli dan sudah kasih ke Polres”. Ujarnya

“Yang sangat tidak disetuju, pembelian mobil mewah untuk Polres itu, disaat Polres Manggarai sedang menangani kasus dugaan korupsi Matim tahun anggaran 2012 sebesar Rp 21 Milyar. Matim merupakan kabupaten yang baru, karena itu belum layak membeli mobil mewah untuk Polres” Kata Niko

Senada tokoh masyarakat Matim, Egidius Mankul, mempertanyakan dasar Pemda Matim membeli mobil tersebut dan meminta pihak Kepolisian untuk mengembalikan mobil mewah tersebut, hal itu penting biar tidak dipersoalkan terus dan tidak menimbulkan kecurigaan yang aneh.

“Publik sudah nilai, Polres dapat mobil itu, dampaknya kasus-kasus korupsi di Matim, diduga akan didiamkan. Kalau alasan Polres wilayah kerja yang luas, bentuk saja Polres di Matim”, kata Egidius

Sementara Sekda Matim, Matheus Ola Beda, yang ditemui diruang kerjanya, Jumat (5/12) menjelaskan pembelian mobil tersebut, tentu telah melalui prosedur dan tidak disalahkan oleh aturan. Harganya sebesar Rp.400 juta dari APBD Matim tahun 2014. Mobil tersebut dianggarkan atas dasar proposal yang diajukan pihak Polres tahun 2013 untuk kendaraan operasional.

Dalam berita acara, mobil itu sifatnya pinjam pakai dan pada waktu tertentu bisa kembalikan ke Pemda Matim. Mobil itu juga dibeli tidak ada hubungan dengan dugaan kasus Rp.21 Milyar yang telah ditangani oleh Polres Manggarai dan kedepan tidak ada pengaruh dalam penanganan kasus apa saja yang terjadi Matim.

“Polisi itu kan unsur Forkominda yang bertugas membahas pelaksanaan urusan pembangunan di Matim, sehingga mobil itu mereka pakai untuk operasional demi kepentingan masyarakat Matim. Mengingat wilayah tugas mereka luas. Saya minta supaya lihat ini secara objektif,” jelas Beda. (FR-YS)

Satu tanggapan untuk “Mobil Mewah Untuk Polres Manggarai “Disoal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *