Mahasiswa UIB Kunjungi Unit Lakalantas Polresta Barelang

uib 2Batam, (BIN) – Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Hukum Semester 4 Universitas Internasional Batam melakukan kunjungan ke bagian Lakalantas Polresta Barelang, Rabu (23/12/2014) kemarin.

Dalam kunjungannya, ke-15 mahasiswa tersebut diterima oleh Kanit Lakalantas Polresta Barelang IPDA Arman di ruangan Lakalantas.

Kepada Mahasiswa UIB yang berkunujung, Arman memaparkan bahwa Lakalantas yang terjadi di Kota Batam sering terjadi akibat dari faktor kelalaian seorang pengemudi kendaraan.

uib 1“Dari tiap-tiap kejadian Lakalantas di Kota Batam yang kita lakukan sering adanya pengaduan masyarakat atau datang langsung ke Polresta Barelang untuk membuat Laporan,” ujar Arman.

Mahasiwa juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan-tahapan untuk melakukan proses penindakan laporan sampai penyelidikan dan penyidikan. “Kami melakukan olah TKP ( Tempat Kejadian Perkara) dimana kejadian tersebut, setelah itu dilakukan BAP terjadinya kecelakaan. Setelah kita melakukan BAP dan sudah cukup syarat proses hukum (P-19), kita ajukan pelimpahan berkas perkara ke kejaksaan.”

Setelah itu, lanjut Arman, jika ada petunjuk-petunjuk yang dibutuhkan Kejaksaan yang kurang, “kami melakukan perlengkapan kembali”.

Dalam pertemuan dengan sejumlah Mahasiswa UIB tersebut, Ipda Arman juga mennyampaikan tugas dan wewenang polisi sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002, yaitu Melindungi, Mengayomi dan Penegakan Hukum.

“Tugas dan wewenang Polisi bukan untuk memediasikan segala sesuatu hukum, tugas Lakalantas adalah menjalankan Undang-undang,” tegasnya.

Menurut data Unit Lakalantas Polresta Barelang, selain faktor keelaian pengemudi, kecelakan di Kota Batam juga bisa disebabkan infrastuktur yang tidak memadai dengan jumlah kendaraan. Jumlah kendaraan yang beroperasi di Kota Batam saat ini adalah: 1). Angkutan Umum Penumpang sebanyak 18.382 unit, 2). Bus sebanyak 2.534 unit, 3). Kendaraan Barang 161.944 unit, 4). Kendaraan khusus 376 unit, dan 5). Sepeda Motor 909.698 unit. Rata–rata penambahan jumlah kendaraan perbulan untuk Roda 2 (R2) 5000 unit dan kendaran Toda 4 (R4) sebanyak 1000 unit. (Aryanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *