LSM Dianiaya, Kepala Sekolah Sifalago Susua Boe dan Anak Dipolisikan

Osarao Laia (korban) saat membuat lapaoran pengaduan di SPK Polres Nias Selatan
Osarao Laia (korban) saat membuat lapaoran pengaduan di SPK Polres Nias Selatan

Nias Selatan, (BIN) – Kepala sekolah Sifalago Susua Boe, Faoziduhu Laia dan Septulus Laia alias Ama Fernis (anak kandung kepala sekolah) dipolisikan oleh anggota LSM ke mapolres Nias Selatan yang didampingin oleh Fabo’oni Zaita,SH selaku ketua LSM LPK-P2D Nias Selatan pada hari jumat tanggal 05/12/2014.

Pelaku dilaporkan oleh Osarao Laia sebagai saksi korban ke Polres Nias Selatan atas tindak pidana penganiayaan atas dirinya dan pengrusakan serta perampasan barang milik korban yang dilakukan oleh kepala sekolah dan anak.

Setelah proses pemeriksaan di SPK Polres Nias selatan, korban dirujuk kerumah sakit umum Lukas untuk divisum yang selanjutnya dilimpahkan ke penyidikan untuk dibuat berita acara pemeriksaan.

Berdasarkan surat tanda terima laporan/pengaduan dengan nomor: LP/176/XII/2014/SPK/”A”/SU/Res-Nisel tangal 05/12/14, korban pada keterangannya menjelaskan kepada penerima laporan KA.SPK Aiptu Ferry M.Halawa,SH bahwa kronologisnya berawal ketika saksi korban hendak melakukan investigasi di sekolah SD Negeri Boe yang diduga sarat manipulasi data siswa dimana sampai saat ini kasus tersebut belum tersentuh hukum.

Pasalnya, pada hari jumat tanggal 5/12/2014 sekitar jam 08.00 wib, sebelum saksi korban memasuki ruang kelas terlebih dahulu izin kepada Faoziduhu Laia selaku kepala sekolah, namun yang bersangkutan menjawab “tidak apa–apa”, sembari membariskan siswa untuk apel pagi. Tidak lama kemudian pelaku menyuruh saksi korban untuk mengambi foto ketika siswa mulai masuk dalam barisan, namun korban menjawab “tunggu dulu pak, siswanya belum tenang”, selanjutnya pelaku yang sedang dibidik kasus manipulasi data dan juga dugaan penyimpangan penggunaan dana DAK untuk pembangunan ruang kelas baru ini, secara spontan emosi sehingga korban lantas jatuh karena dadanya didorong oleh pelaku beberapa kali.

Melihat tindakan ayah yang tidak kunjung memukul dan hanya mendorong dada korban, tiba-tiba muncul Septulus Laia dari samping yakni anak kepala sekolah melepaskan satu serangan di bagian leher sebelah kiri dengan menggunakan tangan kanan sehingga korban jatuh ketanah sehingga mengalami luka gores di bagian punggung jari.

Dalam BAP nya, korban menerangkan bahwa ketika jatuh ketanah, Septulus Laia langsung mengambil handphone galaXi S4 milik korban dan dibanting hingga hancur total dan sudah diserahkan kepada penyidik oleh korban untuk dijadikan barang bukti. Kemudian sim card dan kartu ponsel dirampas oleh pelaku. Dan tidak hanya itu, baju korban juga koyak akibat ditarik oleh pelaku ketika saksi korban hendak lari untuk menyelamatkan diri.

Akibat tindakan yang dimaksud saat ini proses hukumnya sedang ditangani oleh polres Nias Selatan dan menjerat pelaku dengan pasal 170 jo 351 sub 406 KUHP. (zet/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *