Kemenkopolhukan Beri Lampu Hijau Terkait Pengungsi Afganistan

pengungsi
Foto: Pengungsi Asal Afganistan

BALIKPAPAN, (BIN) – Pemerintah pusat akhirnya memberi angin segar bagi Kota Minyak. Pasalnya, mereka sudah memberikan sikap terhadap keberadaan pencari suaka asal Afganistan di Balikpapan. Menjawab surat dari Pemkot Balikpapan, Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam) mempersilakan pemkot mengirimkan ratusan orang asal Timur Tengah itu kembali ke Jakarta.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, saat ini Kemenkopolhukam berjanji akan menggelar rapat khusus untuk mencari solusi permasalahan ini. Untuk sementara, Pemkot Balikpapan beserta instansi terkait seperti Kantor Imigrasi (Kanim) Balikpapan berencana akan mengirim pencari suaka tersebut kembali ke Jakarta.

“Sebelumnya, telah kami sampaikan bahwa keberadaan pengungsi sudah menjadi masalah di Balikpapan. Saat ini sudah direspons Menkopolhukam yang juga berjanji akan menyelesaikan masalah ini secepatnya,” tegas Rizal.

Pemulangan pengungsi itu, kata dia, rencananya dilakukan secara bertahap. Untuk penempatan para pengungsi, setelah dikirim ke Jakarta, diperkirakan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. Sementara itu, pemulangan warga Afganistan ke negara asalnya, masih menunggu petunjuk selanjutnya dari pemerintah pusat.

“Saat ini jumlahnya juga sudah sangat banyak di Balikpapan. Rudenim menjadi over kapasitas. Untuk langkah-langkah selanjutnya masih menunggu petunjuk dari Menkopolhukam,” ujarnya.

Upaya Pemkot Balikpapan menyurati pemerintah pusat ini bagian dari cara untuk mengambil kebijakan terhadap para pengungsi. Terutama, untuk menghindari terjadinya pelanggaran terhadap hukum internasional.

Pemkot juga sempat melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi untuk membahas masalah ini. Beberapa instansi yang hadir, seperti TNI, kepolisian, kantor imigrasi, dan PT Angkasa Pura.

Sebagai informasi, ratusan pencari suaka tersebut sebelumnya masuk ke Balikpapan secara bertahap. Mereka seluruhnya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno Hatta. Sementara itu, pengungsi tersebut diperkirakan masuk ke Balikpapan melalui jaringan sindikat tertentu, yang ikut mengantar hingga ke Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan. Jumlah pencari suaka di Rudenim Balikpapan saat ini sudah mencapai 320 orang. Padahal kapasitasnya hanya 144 orang. (abt/akn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *