Indonesia Tangkap 22 Kapal China

Kapal-NelayanJAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan bahwa pihaknya telah berhasil menangkap 22 kapal asing milik China di Laut Arafuru.

“Kemarin (7/12) pukul 15.00 Waktu Indonesia Timur (WIT) kita berhasil menangkap 22 kapal dari China dengan mengidentifikasi melalui AIS (Automatic Identification System),” ungkap Susi saat melakukan konferensi pers di Gedung Mina Bharai I, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (8/12).

Menurutnya, keseluruhan kapal milik China tersebut tertangkap ketika masih melakukan penangkapan ikan secara ilegal di Laut Arafuru.

“Semua kapal China tersebut termasuk ke dalam kapal di atas 300 Gross Ton (GT),” ceritanya.

Untuk itu, Susi akan memberikan nota resmi kepada Duta Besar (Dubes) China membahas kapal-kapal milik negaranya yang tertangkap basah melakukan praktek penangkapan ikan ilegal (illegal fishing) di Laut Indonesia.

“Kita ingin bahas ini dari hati ke hati dengan Dubes China untuk mencapai komitmen bersama terkait praktik illegal fishing, soalnya praktik ini tidak ramah lingkungan,” imbuhnya.

Selain kapal milik China, Susi menambahkan bahwa sebelumnya telah menangkap tiga kapal milik Indonesia yang disinyalir telah melanggar prosedur menangkap ikan yang sudah ditetapkan dalam Surat Izin Penangkap Ikan (SIPI) dan Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI).

“Paginya (7/12) kita berhasil menangkap tiga Kapal Motor (KM) Manokwari 123 yang ditangkap di tempat yang sama yaitu Laut Arafuru, namun di bagian selatan Laut tersebut,” ujarnya lagi.

Dengan penyalahgunaan prosedur tersebut, Susi meminta Direktorat Jenderal penangkapan KKP untuk mencabut izin SIPI dan SIKPI untuk KM Manokwari 123. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *