Indahnya Pesona Kemilau Pasir Putih Di Pantai Dintor

pasir_putih_dintorMANGGARAI, NTT – Menikmati segarnya belaian angin sepoi-sepoi sambil berlari-lari di atas pasir pantai yang putih merupakan pengalaman yang menakjubkan. Pesona pantai pasir putih berpadu dengan hamparan laut biru serta perahu-perahu nelayan yang sedang memancing ikan membuat kita terbuai seakan segala penderitaan hidup hanyut terbawa angin darat menuju laut.

Pengalaman inilah yang dirasakan Runsalius Janggur (24), salah seorang wisatawan, saat berbincang-bincang dengan media ini di Pasir Putih Dintor, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (14/12/2014). Runsalius menghabiskan masa adven alias pra-Natal dengan berekreaksi di Pantai tersebut lantaran pantainya sedap dipandang mata.

“Wow…pemandangannya indah sekali. Apalagi sambil melihat pulau Mules dari jarak dekat. Saya juga dapat melihat dan menikmati perahu nelayan yang sementara menangkap ikan. Pasir putih Dintor ternyata indah. Penderitaan hidup saya seakan hilang lenyap terbawa angin di sini,’’ tuturnya dengan tawa yang renyah.

Hanya membutuhkan 2-3 jam dengan mobil atau sepeda motor dari Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai, anda sudah sampai di Pasir Putih Dintor. Melelahkan memang jika anda berwisata ke sana. Tetapi kelelahan tersebut terbayar lunas, sebab mulai dari Narang, ibu kota Kecamatan Satar Mese Barat, anda akan menikmati panorama pantai sepanjang 1 jam perjalanan hingga sampai di tempat tujuan (Pasir Putih Dintor).

Di Narang, anda bisa berhenti sejenak menikmati Pantai Nanga Ramut. Pantai ini terkenal dengan hamparan pantainya yang indah. Tempat ini merupakan 1 paket trip dengan Pasir Putih Dintor. Di jamin deh, anda tidak bakalan kecewa kalau ke sana.

Pantai Pasir Putih Dintor selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal yang datang dari berbagai daerah di Manggarai untuk berekreasi. Saat liburan, baik liburan tahun baru maupun liburan-liburan lainnya, ribuan wisatawan mengunjugi kawasan ini.

Hanya mengeluarkan sedikit isi dompet untuk membayar tarif parkir kendaraan, anda bisa langsung memanjakan mata dengan indahnya pantai. Untuk sepeda motor anda harus membayar Rp 5.000 dan untuk mobil anda harus membayar Rp 10.000.

Pantai ini memang selalu menampilkan panorama alamnya yang indah. Anda bisa berenang bersama pengunjung lainnya di seputaran pantai.

Pendunduk yang tinggal di sekitar destinasi rekreasi itu sangat ramah dalam menyambut para wisatawan. Apalagi kalau anda masuk ke rumah mereka, pasti akan dilayani dengan tradisi Manggarai yang menganggap tamu adalah raja.

Wae Rebo

Jika bosan menikmati suasana pantai, bergeser sedikit ke utara menuju Kampung Denge, Desa Satar Lenda. Kampung ini merupakan pintu gerbang menuju kampung pariwisata Wae Rebo. Di Kampung tersebut, anda ditinggalkan kendaraan dan siap melakukan hiking ke Wae Rebo sepanjang 3 jam perjalanan. Suara burung-burung berkicau menemani perjalanan anda sepanjang lereng-lereng bukit. Selain itu, derap langkah anda dalam perjalan disambut dengan meriah oleh panorama hutannya yang indah.

Kampung Wae Rebo, yang sudah diberi penghargaan UNESCO pada tahun 2012, menawarkan sebuah destinasi budaya kepada anda. Di kampung ini, anda bisa menyaksikan secara langsung rumah tradisional orang Manggarai. Selain itu, anda akan melihat cara hidup masyarakatnya yang sangat tradisional. Anda pun akan disambut seperti raja sesuai tata cara adat Manggarai. (Ardi Aba-Manggarai, NTT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *