Harga Raskin di Desa Lantari Jaya Diduga Dimainkan

plaBombana, SULTRA (BIN) – Seorang ibu rumah tangga berinisial Pla, warga Desa Lantari Jaya diduga menyelewengkan beras bantuan masyarakat (Raskin) karena dijual dengan harga yang tak sepantasnya kepada masyarakat di Desa Lantari Jaya Kecamatan Lantari Jaya Kab. Bombana, Sulawesi Tenggara.

“Memang dari tahun ke tahun oknum OPIASRODIA selalu mengecewakan warga yang ada di Lantari Jaya dan diduga oleh masyarakat setempat ada beberapa bantuan-bantuan yang tidak memuaskan pada masyarakat setempat, seperti bantuan ternak sapi juga bantuan rumah fakir miskin dan dana bantuan kenaikan BBM yang seharusnya diterima oleh masyarakat diduga kena potongan Rp 30.000 dikali sekian, artinya sudah pasti jutaan,” ujar nara sumber yang minta dirahasiakan identitasnya.

Sementara itu ibu Pla Desa Asropia ini saat ditemui binpers.com kamis (27/11/2014) dan anggota Lembaga KPK Panri sempat mengaku dirinya bahwa dirinya punya pendamping dengan orangya KPK. Dan pada waktu itu wartawan disuruh bicara langsung dengan orang yang diduga bahwa orangnya KPK pendamping ibu oknum Pla Desa Asropia ini.

Kepada awak media binpes.con, masyarakat di Desa Lantarijaya sangat memohon bantuan hukum agar UUD Korupsi dapat digunakan dengan sesuai fungsi dan aturan-aturannya dan sesuai hukum yang berlaku di Negara RI. Beberapa masyarakat juga menyampaikan keluhan-keluhannya bahwa Bombana dan khususnya di Sultra ini begitu banyak pelanggaran-pelanggaran hukum yang sangat meresahkan masyarakat kecil, yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu untuk kepentingan diri pribadinya sendiri.

“Yang kaya makin kaya dan yang miskin tetap miskin, inilah yang terjadi di Desa Lantarijaya Kec. Lantari Jaya Kab. Bombana.
Sulawesi Tenggara,” kata nara sumber tersebut. (HERMAN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *