Dua orang terduga pembunuh Marius berhasil ditangkap

Jenazah Marius korban bentrok di Sungai Bahar - Muaro Jambi
Jenazah Marius korban bentrok di Sungai Bahar – Muaro Jambi

Muaro Jambi, (BIN) – Polsek Sungai Bahar akhirnya pada tanggal 15/11/2014 berhasil menangkap dua orang warga Bukit Jaya unit 21 Sungai Bahar, yaitu Suhartoyo alias Bagong Bin Karyono (26 thn) bersama Salim Bin Amir (33 thn), terkait meninggalnya Marius warga Pagar Desa, pada tanggul (12/11/2014) lalu.

Manirus tewas diduga akibat terkena pukul benda tumpul. Berita kematian Marius telah terbit di BIN Edisi 102-11-2014 lalu. Akibat meninggalnya Marius di depan Balai Desa Bukit Jaya, satuan Reskrim Polsek Sungai Bahar dipimpin langsung Kanit Immanuel Ginting, ahirnya memburu dan menangkap Suhartoyo dan Salim di rumahnya masing-masing tanpa ada perlawanan.

Menurut Eko didampingi Kanit Immanuel Ginting kepada media BIN di ruang kerjanya, menyatakan Suhartoyo dan Salim sudah siap diperiksa dan berkasnya akan segera diserahkan pada Kejari Muarojambi di Sengeti. Sesuai pengakuan rekan Manirus, antara laian 1; Supriadi (31 thn), 2. Tovik (42 thn), 3. Muliadi (42 thn), 4. Parman (42 thn), 5. Abdul Rasit (44 thn), 6. Binata (40 thn), 7. Human alias Kilik (46 thn), 8. Sunarman (34 thn), 9. Arisaputra (24 thn), dan 10. Nurman (30 thn).

Keterangan yang dihimpun, Marius (si korban) yang mengajak kesepuluh orang ini hendak menggarap kebun kelapa sawit milik warga Bukit Jaya. Dalam bukti telah membuat menempelkan sebilah papan yang bertuliskan Milik kelompok KUD Mandiri, serta telah merusak Tempat Penimbangan Hasil ( TPH ).

Menurut pengakuan Suhartoyo dan Salim yang ditemui di ruang tahanan Polsek Sungai Bahar, mereka timbul emosinya melihat Marius yang selalu melawan serta membentak para warga Bukit Jaya, ahirnya Suhartoyo dan Salim memukul dengan pelepah kelapa sawit kepada Marius serta menghadang mereka ke Desa, namun sesampai di Desa Bukit Jaya Marius masih tetap melawan. Akhirnya Marius meninggal di tempat tersebut.

Atas perbuatannya, Suhartoyo dan Salim mengaku bersalah namun ia akan mempertahankan hartanya (Kebun Kelapa Sawit) yang sudah Sertipikat miliknya.

“Kami bersama istri dan anak-anak kami tidak rela diserobot orang lain. Kami telah ikhlas tentang hukuman yang kami jalani nanti,” demikian kata Suhartoyo dan Salim.

Menurut Kanit Immanuel Ginting, Suhartoyo dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke -3 KUHP, dan Salim juga dikenakan Pasal Pasal 170 ayat (2) ke – 3 KUHP diancam pidana masing-masing 12 tahun penjara.(JHP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *