Begini, Ulah Guru Genit dan Cabul

Akibat diancam dan takut nilainya jelek, Korban pasrah rok dan branya dilepas lalu digerayangi. Buah dada korban diremas kemudian direbahkan dilantai untuk disetubuhi

image002SAMPIT-KALTENG, (BIN) – Pengadilan Negeri Sampit kembali menggelar Sidang Pencabulan yang dilakukan Oknum Guru Madrasyah Ibtidayah Negeri (MIN) Sampit berinisial IS (35) yang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya, ia tega menyetubuhi anak dibawah umur yakni anak didiknya sendiri yang baru berusia 12 tahun,duduk dikelas V (lima) pada Sekolah MIN.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Berita Investigasi Nasional (BIN) dari Keterangan saksi dan fakta yang terkuak dalam persidangan yang dipimpin oleh Hakim Ketua Gabrial Siallagan pada Kamis, 11 Desember 2014 bahwa Oknum Guru ini terkenal genit terhadap para siswinya disekolah.

Saksi yang dihadirkan dalam persidangan kali ini adalah Guru MIN berinisial AR dan DY pelatih Drum band disekolah tersebut, menurut keterangan Saksi DY dirinya pernah mendenggar bahwa salah satu dari muridnya (sudah lupa namanya) mengadu bahwa Pelaku (IS) orangnya Ganjen, suka nepuk-nepuk,” Pak IS itu orangnya ganjen suka nepuk-nepuk, Itu saja yang saya tau pak,” ucap DY menirukan ucapan teman Korban dalam persidangan .

Sebagaimana tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sampit Pintar Simbolon dalam dakwaannya mengungkapkan bahwa : Terdakwa IS (35) adalah Oknum Guru Sekolah Madrasyah Ibtidayah Negeri (MIN) Sampit adalah warga yang bertempat tinggal di Jalan Suprapto Selatan Rt/Rw 37/07 Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kabupaten Kotawaringin Timur Sampit Kalimantan Tengah tersebut telah melakukan aksinya bejatnya sekitar bulan Mei 2013 yang lalu, kejadian itu bermula ketika Pelaku IS menghubungi korban Mawar (Nama Samaran) melalui pesan singkat (SMS) agar mendatanginya di Perpustakaan, ia beralasan untuk memberikan nilai dan mengisi absensi adik kelasnya.

Setelah korban mendatangi pelaku ternyata Korban langsung dibawa ketempat yang gelap didekat gudang, ditempat itulah aksi bejat pelaku dimulai, Korban dipeluk serta diciumi, lalaki yang sudah beristri ini sempat membuka kancing seragam yang dikenakan korban, korban sempat berupaya berontak namun Pelaku IS mengancam akan mengurangi nilai korban jika tidak mau menuruti kemauan dan hasrat birahinya.

Karena takut dengan nilainya bakal jelek anak yang masih bau kencur ini terdiam, Pelaku dengan leluasa melepas rok dan bra yang dikenakan anak didiknya ini, kemudian menggerayangi, meraba-raba dan meremas remas payu dara korban dengan bernafsu selanjutnya korban direbahkan dilantai untuk disetubuhi, perbuatan yang tidak senonoh ini dilakukan kurang lebih 5 menit lalu keduanya sama-sama memninggalkan tempat tersebut. Meskipun demikian pelaku ketika diperiksa Jaksa membantah bahwa menyetubuhi korban.

Sementara itu kesaksian AR dalam persidangan sempat alot dan sempat menimbulkan perdebatan dengan Hakim begitu pengacara terdakwa H.FACHRI MASHURI balik bertanya kepada kedua saksi dengan pertanyaan agak serupa.

Menurut Hakim kesaksian AR tidak sesuai dengan BAP Polisi, AR mengaku sebelumnya sudah mendapat informasi dari rekan korban tentang perbuatan terdakwa,” Saat itu ada seorang rekan korban berkata, Pak katanya Mawar(Nama Samaran) di-anu pak IS menurut pikiran saya me-anu itu cuman menepuk bahunya saja tidak sampai berpikiran kepada perbuatan yang tidak senonoh,” Tutur AR.

Merasa demikian saksi AR mengabaikan begitu saja laporan siswi-siswi rekan korban itu, kesaksian AR itu membuat Hakim kembali bertanya sebab di BAP pengakuan saksi tidak demikian,” Caba saudara lihat di BAP saudara ini, me-anu ini mengartikan itu perbuatan tidak senonoh, mengapa disini saudara berbelit-belit katakanlah yang sebenarnya jangan menutup-nutupinya semua orang sudah tau,” tegas Hakim yang terdengar sampai luar ruangan sidang.

Sejenak Saksi AR terdiam ketika Hakim kembali menanyakan mengapa dirinya tidak tanggap setelah mendapatkan informasi dari siswi lainya, tentang adanya pernyataan yang membuat tanda tanya tersebut ,” Karena saya merasa bahwa terdakwa itu orangnya baik, jadi pikiran saya tidak mungkinlah dia melakukan hal-hal yang tidak senonoh,” ujar AR.

“ Demi menjaga nama baik sekolah setelah diberitahu Polisi ,saya tidak percaya kalau terdakwa melakukan itu, setahu saya terdakwa orangnya tidak demikian rajin mengaji, rajin sholat orangnya baik,” ungkap AR.

Ditambahkan oleh Saksi AR sejak kasus ini dilaporkan ke Polisi korban tidak kelihatan lagi masuk ke sekolah,” Dia (Korban) tidak sekolah ditempat kami lagi, informasinya dia sudah pindah sekolah ke Banjarmasin,” tambah AR
(nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *