Warga Dusun Denso Menolak Pembangunan DAM Batang Asai

ASarolangun, Jambi, (BIN) – Blusukan Basuki Hadi Mulyono Menteri Pekerjaan Umum (PU) tentang Pembangunan DAM Batang Asai yang direncanakan oleh Pemerintah Provinsi Jambi sejak tahun 2011. Kehadiran Menteri Pekerjaan Umum guna untuk mengecek secara lansung kondisi terkini rencana Pembangunan DAM Batang Asai dilokasi pembangunan tepat nya di Dusun Denso Desa Pemuncak Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG). Namun dialog lansung yang dilakukan Menteri berserta jajarannya dengan masyarakat menuai Pro dan Kontra di masyarakat setempat Khususnya masyarakat Dusun Denso Desa Pemuncak. Sebab 24 orang Pemilik Hak tanah mengaku, ganti rugi yang ditawarkan tidak sesuai seperti yang mereka harapkan dan juga dalam sosilisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah hanya sepihak tanpa melibatkan masyarakat. Hal itu disampaikan oleh warga dalam dialog langsung dengan Menteri Pekerjaan Umum Rabu (12/11).

Saat Dialog berlangsung Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Mulyono mengatakan,ingin melihat secara langsung kondisi terkini Rencana Pembangunan DAM Batang Asai untuk Pembangunan irigasi yang selama ini mandeg, padahal ada Potensi lahan pertanian seluas 5000 Ha .serta ada sengketa lahan selama 2 tahun tidak terselesaikan.

IMG_20141112_132056“ Saya ingin melihat secara langsung Pembangunan DAM serta pembangunan irigasi yang mandeg, Padahal potensi lahan pertanian seluas 5000 Ha,serta saya mendengar ada sengketa lahan yang sudah 2 tahun tidak terselesaikan.Perlu diketahui ini Pembangunan Bendung Bukan Bendungan, tadi saya dengar bendungan yang terus dibicarakan. Dinding yang akan dibangun disepanjang bantaran sungai. Saya mengerti setiap keputusan pasti terjadi Pro dan kontranya, namun perlu diingat alasan masyarakat yang sudah saya dengar dalam menolak Pembangunan Dam Batang Asai ini lantaran Masjid dan sekolah terkena dari Pembangunan yang direncanakan namun setiap pembangunan ada Dampak sosialnya Pemerintah sudah fikirkan itu. Dan itu Kami serahkan seluruhnya kepada Masyarakat disini apakah Proyek Pembangunan ini akan dibangun atau tidaknya. Pemerintah tidak pernah untuk menyengsarakan rakyatnya. Yang perlu masyarakat sadari Proyek ini sangat diminati oleh 400 Kabupaten yang ada di Indonesia dan yang mendapatkannya justeru Sarolangun, sekali lagi Pemerintah akan menunggu keputusan dari masyarakat disini apakah Proyek ini akan berlanjut atau tidak “. Kata Menteri Pekerjaan Umum Basuki Hadi Mulyono.

Sementara itu Marbawi Majib, salah satu perwakilan warga dalam dialognya menyampaikan, “ Pada Prinsipnya kami masyarakat Pemuncak sangat mendukung namun faktanya kami ada Pro dan kontra, pemilik lahan sebanyak 24 orang tidak setuju, alasannya lokasi pembangunan di tengah pemukiman penduduk dan ada dampak negatifnya terhadap bangunan Sekolah dan tempat ibadah (masjid). selama ini kami akui ada upaya dari pemerintah untuk melakukan penyelesaian namun sampai sekarang belum ada titik temu. sebab selama ini juga kami masyarakat dalam pembebasan lahan tidak diikut sertakan.Kesimpulannya adalah kami menolak Pembangunan DAM batang asai didesa kami ”. Tegas Marbawi Majib.

Pembangunan DAM Batang Asai merupakan mega Proyek, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus sangat menyayangkan adanya pro dan kontra di masyarakat, namun Pemerintah akan tetap menunggu keputusan dari masyarakat tetang Rencana Pembangunan Proyek DAM Batang Asai untuk irigasi Persawahan yang memiliki potensi pertanian seluas 5000 Ha tersebut. Dengan harapan Sarolangun bisa mencukupi kebutuhan beras dan tidak lagi selalu bergantung pada beras Impor. (BIN – Nal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *