Tersangkut Korupsi, 7 Polisi di Thailand Ditahan

polisi thailanBangkok – Sebanyak tujuh aparat kepolisian Thailand ditahan karena tersangkut kasus korupsi, dengan berbagai tuduhan, seperti menerima uang suap dan menghina kerajaan, pada Senin (24/11).

Penangkapan tujuh polisi tersebut terungkap dalam proses penyelidikan yang juga menyeret nama dua perwira senior kepolisian, yaitu Letjen Polisi Pongpat Chayaphan yang menjabat sebagai komisaris Biro Investigasi Pusat, dan wakilnya Mayor Jenderal Polisi Kowit Wongrungroj.

Juru bicara Kepolisian Thailand Letnan Jenderal Prawut Thavornsiri menyatakan Kedua pejabat senior itu ditahan berdasarkan hukum tindak kejahatan kenegaraan, atau yang dikenal dengan hukum lese-majeste, dengan tuduhan menyalahgunakan kekuasaan kerajaan untuk kepentingan pribadi.

Di Thailand, tindak kriminal berdasarkan hukum lese majeste termasuk tindakan memfitnah, menghina, atau mengancam raja, ratu, pewaris tahta, dan keturunannya. Para pelanggarnya dapat diganjar hukuman 15 tahun penjara untuk setiap tindak pelanggaran.

David Streckfuss, seorang akademisi Thailand yang memonitor kasus tersebut menyatakan penangkapan berdasarkan hukum lese-majeste jarang terjadi, apalagi dikenakan terhadap dua perwira senior kepolisian.

“Dalam gejolak politik sepuluh tahun belakangan, kejahatan kenegaraan jarang dilaporkan. Biasanya, undang-undang ini diterapkan untuk membungkam mereka yang bergabung dengan kelompok Kaos Merah di Bangkok,” kata Streckfuss.

Gerakan Kaos Merah adalah gerakan pendukung mantan perdana menteri Yingluck Thaksin Shinawatra yang digulingkan oleh kudeta militer yang dipimpin oleh perdana menteri saat ini, Prayuth Chan-ocha.

Saat memerintah, Yingluck dianggap hanya menjadi kaki tangan kakaknya, Thaksin Sinawatra, pemimpin Thailand sebelumnya.

Sejak berada di bawah pemerintahan junta militer, telah terjadi serentetan kasus yang jarang terjadi sebelumnya, salah satunya adalah kasus kejahatan kenegaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Pemerintah militer telah berjanji untuk melakukan melakukan reformasi di tubuh kepolisian Thailand, lembaga yang secara luas dianggap sebagai salah satu yang paling korup Thailand.

Hingga saat ini, sebanyak dua belas orang telah ditahan sehubungan dengan kasus yang melibatkan tujuh polisi, kata Thavornsiri kepada Reuters.

Sebuah penyelidikan terhadap aset kekayaan Pongpat dan Kowit mencapai lebih dari satu miliar baht, atau sekitar Rp366 miliar.

Pongpat merupakan kepala Biro Pemberantasan Kejahatan, sebuah divisi di Kepolisian Thailand yang menangkap mafia senjata Rusia Viktor Bout dalam penyelidikan bersama dengan FBI pada tahun 2008.
(CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *