Tarif Listrik Prabayar Pintar Membodohi Masyarakat?

Lebih mahal dan harus dijaga seperti bayi 5 tahun
Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

Palembang, (BIN) – Tarif listrik prabayar setelah dihitung justru lebih mahal daripada listrik pascabayar dan lebih membebani masyarakat kecil. Akhir-akhir ini PLN gencar menghimbau pelanggan agar beralih (migrasi) ke penggunaan listrik prabayar. Alih-alih menyajikan berbagai keunggulan program tersebut, nyatanya budget yang harus dikeluarkan lebih besar daripada sebelum bermigrasi ke listrik prabayar, hal tersebut diungkapkan Marlina (32) warga kota Palembang.

Menurut Lina, sebelumnya dirinya dan warga yang lain sangat mendukung program tersebut karena banyak keunggulan dan namun saat itu Lina dan yang lainnya awam soal program itu.

Lina menambahkan, setelah satu bulan pengeluaran untuk biaya listrik menjadi lebih besar. Lihat mencoba untuk menjelaskan kepada watawan bahwa dirinya dan warga sekitar mengakui dikenakan biaya Rp20.000 untuk pemasangan alat listrik prabayar yang kemudian diganti dengan pulsa/token 33 kWh.

Katakanlah biaya pemasangan tersebut gratis karena diganti pulsa listrik. Kemudian kami membeli pulsa senilai Rp100 ribu melalui ATM. Nilai uang tersebut setara dengan 158 kWh setelah dipotong PPN dan administrasi bank senilai Rp 5.000. Jadi biaya yang kami keluarkan Rp120.00 untuk 191 kWh( 33 kWh + 158 kWh). Kemudian kami bandingkan dengan Simulasi untuk tarif listrik pascabayar yang kami ketahui, pemakaian 191 kWh dengan golongan tarif rumah tangga dan batas daya 900 VA dirumah kami, hanya membutuhkan biaya Rp105.145, itupun sudah termasuk biaya beban.

Padahal sebelumnya warga mendapatkan info tidak ada pencatatan kWh meter; Nyatanya listrik pascabayar di rumah kami tidak dilakukan pencatatan dari Agustus 2010 sampai dengan migrasi ke pra bayar. Selama itu kami hanya membayar beban saja melalui ATM.

Selain itu keunggulan listrik prabayar tidak ada sanksi pemutusan “ Benar memang tidak ada pemutusan karena kami mengelola sendiri kebutuhan listrik kami” ungkap lina..

Dan tidak dikenakan beban bulanan, padahal tarif listrik prabayar lebih mahal dari pascabayar walaupun tarif pascabayar yang dikeluarkan sudah termasuk beban.

Siapa bilang tarif listrik prabayar sama dengan Pascabayar, Nyatanya tarif prabayar lebih mahal sesuai simulasi (Rp120.000 dibagi 191 kWh adalah setara dengan Rp628 per 1 kWh sedangkan pasca bayar adalah Rp105.145 dibagi 191 kWh adalah setara dengan Rp550 per 1 kWh, ini hitungan kasar karena PPn, biaya administrasi bank dan beban bulanan masuk dalam perhitungan, tetapi tetap harga per kWh pra bayar lebih besar).

Kemudahan pembelian token sebenarnya sama-sama mudah dengan pembayaran listrik pasca bayar juga dapat melalui ATM.

Mengendalikan pemakaian sendiri; benar kita mengendalikan pemakaian listrik sendiri

Pembelian token diseuaikan kemampuan benar, lebih benar lagi karena biaya listrik merupakan biaya rutin yang dikeluarkan maka idealnya justru lebih besar pengeluaran kita tiap bulan karena tarif pra bayar lebih mahal. Misalnya dalam satu bulan kita butuh 190 kWh maka mau tidak mau kita harus membeli sejumlah token itu tiap bulan dengan uang yang keluar lebih besar dibandingan dengan tagihan yang dikeluarkan melalui listri pasca bayar 190 kWh.

Privasi tidak terganggu benar, lebih benar lagi biasanya rumah yang berpagar dan terkunci, langkah aman kita pasang papan angka meter yang dijual di swalayan untuk memberitahukan angka meter yang terpakai tiap bulan supaya tidak terganggu privasi. Namun demikian terkadang petugas malas mencatat (langkah ini sudah kami lakukan waktu masih menggunakan listrik pasca bayar).

Bisakah kami menggunakan listrik pascabayar kembali? Harusnya bisa karena ini hak konsmen untuk memilih. Tolong sosialisasikan program ini dengan gamblang. Jangan mengambil keuntungan dengan ke-awam-an kami dan jangan berorientasi bisnis karena PLN idealnya untuk rakyat.

Tolong PLN menanggapi hal ini. Jangan sampai rakyat terbebani biaya listrik. Listrik prabayar kini telah menjadi trend di perumahan-perumahan modern, namun sebagaian orang enggan menggunakannya karena dianggap lebih boros dan lebih mahal dibandingkan listrik dengan sistem pembayaran pascabayar.

Abdul aziz,ST salah satu warga kalidoni Kota Palembang juga menuturkan, layanan ini juga dikenal dengan sebutan “Listrik Pintar”. Mahalnya pemakaian listrik dan ketidakakuratan meteran listrik adalah beberapa faktor yang membuat tagihan listrik melambung. Atas pertimbangan tersebut, PLN memperkenalkan layanan listrik prabayar yang bisa mengatur sekaligus mengecek pemakaian listrik sendiri.

Seperti diutarakan di atas tadi, cara kerja “Listrik Pintar” pada dasarnya mirip dengan voucher isi ulang handphone. Pelanggan tinggal membeli pulsa listrik dengan nominal tertentu, masukkan kode token pada meteran, dan setrum listrik pun akan bertambah.

Tapi menurut Aziz, hal ini justru sangat mengganggu sebagian orang yang kadang terpaksa menggunakannya, selain bunyi pengingat pulsa yang sangat mengganggu saat berbunyi walaupun pulsa belum habis, dan yang paling menakutkan, listrik bisa mati saat pulsa habis. Hal ini seperti memberikan pekerjaan baru kepada penggunanya, seperti bayi 5 tahun, “Listrik Pintar” ini harus terus dijaga dan diperhatikan.
Bila dibandingkan dengan listrik pascabayar, hal ini sangatlah merepotkan pengguna. Solusinya adalah kita harus memasukan pulsa listrik sebanyak-banyaknya agar tidak berbunyi yang sangat mengganggu dan mati tiba-tiba disaat yang tidak di inginkan, ungkap Aziz. (mas).

7 tanggapan untuk “Tarif Listrik Prabayar Pintar Membodohi Masyarakat?

  • 9 Januari 2015 pada 10:10
    Permalink

    Saya baru aja beli 100ribu kok cuma dapat 62 Kwh.
    Sekarang berapa sih tarif listriknya?
    Makin mahal aja.

    Balas
    • 3 Juni 2015 pada 11:18
      Permalink

      kalo gk salah sekarang perkwh nya itu 1352 mba gita itu buat yang 1300 ..
      cara hiting
      Nominal – Admin Bank = X
      X – PPJ = Rp. Token
      Rp. Token : Daya = Kwh
      Contoh 1
      Pembelian Token 20.000.
      Admin Bank Rp. 1.600.
      PPJ 3 % (tergantung dari daerah masing-masing).
      Golongan R1 1300 VA, Harga Per Kwh Rp. 790.
      Perhitungan.
      20.000 – 1.600 = 18.400.
      18.400 – 3% = 17.848.
      17.848 : 790 = 22.59 Kwh.

      Balas
  • 9 Februari 2015 pada 20:54
    Permalink

    Di indonesia sudah biasa memaksakan kehendak, katanya promosi baru yg serbah enak dan murah. Kenyataannya tdk demikian, seharusnya di bebaskan masyarakat mau pilih yg mana pasca atau pra bayar.

    Balas
  • 8 September 2015 pada 13:56
    Permalink

    enggak heran ya kalau listrik prabayar enggak mendapat tanggapan yang antusias dari masyarakat. repot memang… belum lagi rasa malu kalau itu alarm sering bunyi malam2 (terdengar tetangga kan malu!), belum lagi saat ortu pergi dan lupa kalau anak2 yang masih kecil dirumah tiba mati lampu karena tokennya habis!

    sebagai orang yang sebelumnya turut mendukung promosi listrik prabayar. tapi sekarang harus menyesal dan Sejauh ini Listrik Pra bayar sangat merepotkan dah, enggak ada insenstif yang lebih baik dengan memakai system ini!…

    Balas
  • 4 Mei 2017 pada 16:00
    Permalink

    Justru mlh mahal saya biasa byar listik satu bulan cm 60 ribu skrng pke listrik prabayar mlh pemborosan lom satu bulan dach abis 120 it blom sebulan,,ngomng murah apnya yg murah,,,merugi lah ya

    Balas
  • 21 Mei 2017 pada 22:37
    Permalink

    Enak dan murah pada awalnya saja…2 bulan terakhir ini sungguh menjengkelkan ketika saya membeli token seharga 20.000 kwhnya hanya bekepala 18 dari yg biasanya 27… Ditambah klo beli di konter” tetangga harganya 24.000an bener” menguras uang bulanan yg biasanya 50.000 bisa buat 1 bln lebih ini malah cuma buat 3 minggu.. .

    Balas
  • 30 September 2017 pada 22:52
    Permalink

    Pascabayar sm prabayar sm ajj kok .sm2 naeeknya gakk pke hatii.aq emang msih pke pascabayar. Baru td abiz mghrib dpt sms dr PLN surruh byar tagihan bln kmrn ..yg bkin keseel nominalnya ituu y ampuuun bikin marah.biasa aq bayar sbulan pling bsar 140rb sbln tiba2 dsuruh byarr Rp.421rb rupiah.parahnya lg sy plg kmpung 3minggu. d htung dr trkhir byar itu tggal 14 agustus dan sy plg kmpung tggal 16 agustus.tggal 3 september sy bru plg itu jg sdah larut.masa iya tagihan listrik sy bs bengkakk bgtu bsar.sy tau skrg bnyak yg mngeluh lstrik naek,tp ya yg wajar ajj donk ..jika d gunakan ataupun d konsumsi mgkin sy bs memaklumi tp ini d tinggal selama itu knp biayanya bs smpai melmbung gtuu ..keesell tingkatt deewaaa …

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *