Sosialisasi PETI Disambut Positif Oleh Masyarakat

Foto: Tim dari kecamatan dan Polsek saat turun langsung ke lokasi PETI
Foto: Tim dari kecamatan dan Polsek saat turun langsung ke lokasi PETI

Sarolangun, (BIN) – Kepolisian Sektor (Polsek) Batang Asai secara intens bekerjasama dengan Pemerintah Kecamatan Batang Asai melakukan sosialisasi dampak dari Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang cukup marak di sejumlah tempat di wilayah kecamatan tersebut.

Camat Batang Asai,Suryadi SPt, ketika dihubungi (20/11) mengatakan, pihaknya bersama Polsek sekitar dua hari yang lalu sudah turun ke sejumlah desa yang ada aktivitas PETI, seperti ke Desa Rantau Panjang, Raden Anom, Kasiro, Padang Jering dan Kasiro Ilir.

‘’Dari 23 desa yang ada di Batang Asai yang terdeteksi ada aktivitas PETI cuma di lima desa, sehingga tim akan optimal turun ke desa-desa tersebut,’’ kata Suryadi.

Tim dari kecamatan dan Polsek kata Camat langsung turun ke titik lokasi PETI di lima desa. Dengan memberikan pemahaman kepada warga terkait dampak dari bahaya PETI yang mencemari lingkungan serta dapat mengancam kelestarian hayati. Tim juga memberitahukan bahwa kegiatan PETI melanggar undang-undang.

Menurut Camat, Kapolsek Batang Asai, AKP Nazaruddin secara langsung memberitahu kepada masyarakat, bahwa PETI bisa dijerat dengan undang-undang Minerba, ancamannya 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar,’’ kata Camat.

Lebih lanjut, Tim meminta kepada masyarakat untuk segera menghentikan aktivitas PETI dan menggalakkan sektor pertanian dan perkebunan di tengah-tengah masyarakat. Sebab Suryadi berharap masyarakat dengan kesadaran sendiri bisa menghentikan kegiatan PETI dari pada nanti berurusan dengan aparat hukum.

‘’Harapan kita dengan kesadaran sendiri masyarakat bisa menghentikan kegiatan PETI dan dari pada nanti berurusan dengan penegak hukum, yang tidak lama lagi akan melakukan penertiban,’’ jelasnya.

Sementara itu sosialisasi yang dilakukan pihak kecamatan dan Polsek justeru mendapat tanggapan positif dari masyarakat.

‘’Memang waktu kami turun ada juga pelaku PETI yang lari, namun setelah kami berikan penjelasan, masyarakat pada dasarnya menerima dan menghentikan aktivitasnya. Dalam waktu dekat kita akan turun lagi memberikan pemhaman kepada masyarakat terkait bahaya PETI, sehingga masyarakat benar-benar mengerti “. Bebernya.

Repoter: Nal – BIN Sarolangun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *