Setahun Lebih, Laporan Polisi Belum Diproses?

image002Batam, (BIN) – Lefana Handoko mengadukan Mernando ke Polresta Barelang pada tanggal 30 Januari 2013 terkait kasus Tindak Pidanan Pengelapan terhadap barang yang telah diperjual belikan satu unit Ruko yang beralamat Komplek Wijaya Kusuma Blok E No. 10 Kecamatan Lubuk Baja. Namun hasil laporan yang ia buat ke Polresta Barelang sampai saat ini belum ada kelanjutannya.

“Saya telah dilakukan berita acara pemeriksaan di Polresta Barelang pada tanggal 30 Januari 2013 dan pada tanggal 03 Februari 2013 saya mendapatkan surat pemberitahuan hasil penelitian Laporan/Pengaduan. “ kata Lefano.

Surat tersebut, kata dia, dengan nomor B/90/II/2013/Reskrim seelama 30 hari tetapi sampai saat ini dirinya belum menerima kabar dari penyidik.

“Kasus ini saya laporkan adalah atas dasar pelaku ( Mernando, red) meminjam uang tua saya sebesar 24.700 dolar Singapore dengan jaminan satu unit Ruko yang lengkap dengan Notaris Ny. Ria ADji Hendarto tertanggal 24 Oktober 1986. Pelaku tidak adanya itikad baik terhadap hutangnya, orang tua saya mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan tanjung Pinang pada Tahun 1990, dan orang tua saya menang dimana dalam putusan pelaku harus membayar tuntutan orang tua saya.” Bebernya.

Dijelaskannya, pada tanggal 27 November 1990 Pengadilan Negeri Batam menerbitkan Berita Acara Sita Jaminan terhadap Ruko yang beralamat Komp. Wijaya Kusuma Blok E No. 10. Pada bualan desember 2012 pelaku melakukan Kasasi ke pengadilan Tinggi dan MA, dalam bulan desember juga ruko tersebut di perjualbelikan oleh pelaku.

“Yang saya ketahui adanya surat dari Badan Pengusaha dan Kawasan perdaganggan bebas tertanggal 05 oktober 2012 yang diberikan ketua pengadilan Negeri Batam, bahwa ruko tersebut sudah balik nama kepada Phang Moei Nyong, dan Juru sita Pengadilan waktu itu Basia Ginting.” Katanya.

“Tentunya saya telah dirugikan oleh pelaku sebesar Rp 500.000.000,00 ( Lima Ratus Juta Rupiah ), untuk itu saya membuat Laporan Kepolisian. Dalam hal ini saya hanya meminta penegak hukum kepolisian dapat memberikan jawaban kepada saya, apakah kasus ini terhenti atau bagaimana ? karean sudah lebih 1 tahun laporan saya tidak ada kabar beritanya,” ujarnya, cemas.

Dengan kejadian tersebut ia meminta kepada MA dapat memeriksa kembali atau mereview kembali masalah ini, “Saya hanya meminta kebenaran bukan pembenaran dalam suatu drama atau permainan,” tegasnya sambil memberikan foto copy document Laporan Kepolisian.

Ponco Indryo, Sik mantan Kasat Reskrim Polresta Barelang yang ditemui di Mapoda Kepri, saat dikonfirmasi terkait masalah tersebut menhatakan, “Tanyakan penyidik yang memeriksa, karena saya bukan bertugas Kasat reskrim Polresta saat ini.” Tandasnya ( Korwil/ Rahmat Pane/Tim )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *