Sekda Buka Seminar Demokratisasi Sektor Politik Kalbar

image001PONTIANAK, BIN – Secara umum, dan hingga saat ini dapat dikatakan, bahwa proses demokratisasi telah berjalan pada jalur dan arah yang benar, namun tantangan yang sangat berat masih akan dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia di dalam mempertahankan proses demokratisasi yang sudah berjalan secara berkelanjutan.

Ini disebabkan masih belianya usia demokrasi yang ditandai dengan belum kokohnya struktur kelembagaan demokrasi. Masih lemahnya pelaksanaan proses politik yang demokratis, serta masih lemahnya penerapan budaya politik.

“Ini merupakan potensi yang justru dapat menghalangi dan mengganggu perjalanan proses demokratisasi kedepan,” tutur Sekda Kalbar Drs M Zeet Hamdy Assovie, MTM, Selasa (18/11), ketika membuka Seminar Demokratisasi Sektor Politik Kalbar melalui Pemanfaatan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI), di Hotel Orchardz Pontianak.

Lebih lanjut, dikatakannya, perkembangan demokrasi di tanah air menunjukan pada tingkat masyarakat, antusiasime berpolitk melalui organisasi Partai Politik cukup tinggi, walaupun masih terlihat adanya ancaman terhadap kebebasan berekspresi dan partisipasi masyarakat dalam proses demokratisasi.

Ini ditandai dengan masih kuatnya budaya kekerasan dan meluasnya praktik-praktik money politic terutama dalam pemilihan pimpinan elite politik. Pada tingkat Negara, tampak ada consensus yang cukup tinggi untuk terus membenahi dan memberdayakan lembaga-lembaga penting demokrasi pada semua tingkat meskipun tetap menghadapi hambatan berupa longgarnya nilai-nilai kepatuhan pada peraturan Perundang-undangan dan lemahnya tradisi dalam berdemokrasi.

“Konsolidasi demokrasi mensyaratkan pentingnya perstuan nasional. Stabilitas politik sangat diperlukan untuk menjaga konsolidasi demokrasi,” ujarnya.

Dalam rangka memantapkan stabilitas poltik dalam negeri, perlu diperhatikan sejumlha indicator sebagai pijakan untuk melihat posisi dan sekaligus capaian kolektif pemerintahan. Beberapa indicator yang menunjukkan makin berkembangnya kehidupan demokrasi adalah suksesnya penyelenggaraan Pemilu/Pemilukada yang digelar, adanya kebebas pers, serta penyelenggaraan otonomi daerah dengan semua kekurangannya. Kondisi ini menunjukkan, demokrasi merupakan cara dan mekanisme untuk mengejawantahkan kedaulatan rakyat yang semakin tumbuh dan berkembang sejalan dinamika perkembangan kehidupan masyarakat.

“Kita sama-sama melihat, bagaiaman demokrasi sebagai nilai-nilai dan prinsip yang mengedepankan kebebasan beraspirasi, kemerdekaan, kesetaraan dan menyelesaikan perbedaan tanpa kekerasan yang semakin berakar dan dipraktekan sebagai sebuah praktek politik yang semakin luas,” jelasnya. (Apriadi-Lay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *